Mengatasi Gangguan Mata dengan Prosedur Lasik

LINTAS BISNIS – Gangguan kesehatan mata, khususnya rabun jauh, rabun dekat, mata silinder, dan rabun tua, yang tak diobati dengan baik bisa menurunkan fungsi penglihatan. Salah satu tindakan medis untuk memulihkan kemampuan penglihatan adalah prosedur lasik yang teknologinya kian maju.

Lasik atau Laser In Situ Keratomileusis adalah prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi, seperti mata minus, silinder, rabun dekat, agar sembuh, sehingga terbebas dari alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak.

Menurut Dr. Sophia Pujiastuti, SpM (K), MM (Founder SILC Lasik Centre), Kamis (14/9/2023) di Jakarta mengungkapkan LASIK mengubah bentuk lapisan kornea untuk mengoreksi kelainan refraksi mata permanen. Menjadikan pasien gangguan refraksi terbebas dari kacamata atau lensa kontak.

“Sejumlah operasi bedah laser mata mampu memperbaiki kelainan refraksi mata, yaitu miopia (rabun jauh atau mata minus), hipermetropia (rabun dekat atau mata plus), dan astigmatisma (mata silinder). Masing-masing prosedur memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun, sejauh ini LASIK menjadi yang paling favorit di dunia. Sudah jutaan mata dikoreksi dengan bedah Lasik,” ujar Dr. Sophia dalam kegiatan edukasi Silc Lasik Centre.

Dr. Sophia Pujiastuti menjelaskan kelebihan metode lasik, diantaranya ;

Pertama, dalam kasus Lasik, downtime relatif singkat dan tidak terlalu mengganggu kehidupan sehari-hari. Pasien dapat segera kembali ke rutinitas dan aktivitas normal mereka setelah operasi, tanpa perlu waktu pemulihan yang lama atau pembatasan yang signifikan.

Kedua, Lasik dikenal karena tingkat rasa tidak nyaman yang relatif rendah selama dan pasca prosedur. Pasien mungkin mengalami rasa tidak nyaman yang ringan, seperti sensasi mata seperti berpasir atau rasa perih, tetapi biasanya tidak lama.

Ketiga, hasil operasi Lasik umumnya sangat bisa diprediksi dan sebagian besar pasien mencapai tingkat koreksi penglihatan yang diinginkan.

Keempat, tingkat kepuasan pasien tinggi. Tingkat kepuasan ini sering kali melebihi 95%. Banyak yang melaporkan peningkatan kualitas hidup dan kenyamanan penglihatan yang lebih baik, karena berkurangnya ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak.

Kelima, Lasik terbukti memiliki tingkat keamanan yang tinggi untuk memperbaiki kelainan refraksi mata. Meskipun semua prosedur bedah memiliki risiko, catatan keamanan Lasik secara umum sangat baik, dengan tingkat komplikasi serius yang rendah. Sebagian besar komplikasi yang terjadi bersifat ringan dan dapat ditangani.

Lebih lanjut dokter spesialis mata dari Silc Lasik Centre tersebut menambahkan, Lasik dikenal karena efektivitasnya yang luar biasa tinggi dalam mengoreksi kelainan refraksi. Banyak pasien mencapai penglihatan 20/20 atau lebih baik setelah menjalani LASIK. Hal ini kemudian mengurangi atau menghilangkan ketergantungan mereka pada kacamata atau lensa kontak.

Efektivitas ini bisa dicapai antara lain karena LASIK bersifat customized. Artinya, prosedur bedahnya benar-benar disesuaikan dengan kondisi pasien, tidak begitu saja disama-ratakan pada semua pasien.

“Dokter bisa menyusun rencana penanganan yang sesuai pada masing-masing pasien berdasarkan data dari pemeriksaan pra-LASIK. Rencana ini mencakup penentuan jumlah dan lokasi jaringan kornea yang perlu diangkat untuk mengoreksi kelainan refraksi, ” tutup Dr. Sophia.