{"id":16046,"date":"2023-09-05T18:23:09","date_gmt":"2023-09-05T11:23:09","guid":{"rendered":"http:\/\/lintasbisnis.com\/?p=16046"},"modified":"2023-09-05T18:23:09","modified_gmt":"2023-09-05T11:23:09","slug":"perpusnas-ciptakan-masyarakat-unggul-yang-sadar-literasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/2023\/09\/05\/perpusnas-ciptakan-masyarakat-unggul-yang-sadar-literasi\/","title":{"rendered":"Perpusnas Ciptakan Masyarakat Unggul yang Sadar Literasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>LINTAS BISNIS<\/strong> &#8211; Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mempunyai peran yang tak tergantikan dalam menciptakan masyarakat unggul yang sadar literasi. Literasi bukanlah sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan yang memberdayakan individu untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan efektif, dan pada akhirnya berpartisipasi aktif dalam percaturan global.<\/p>\n<p>Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat, Sri Marganingsih, S.H., M.A. dalam paparannya pada Media Gathering Perpustakaan Nasional Tahun 2023 di Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta, Selasa (5\/9\/2023).<\/p>\n<p>Media Gathering Perpustakaan Nasional Tahun 2023, dengan tema &#8220;Meningkatkan Pemahaman Dunia Literasi dan Perpustakaan Nasional&#8221; juga dihadiri Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Agus Sutoyo.<\/p>\n<p>&#8220;Dunia literasi adalah pintu gerbang menuju pengetahuan, pemahaman yang lebih baik, dan potensi tak terbatas. Kemampuan literasi dalam membuka akses ke informasi dan peluang yang berlimpah, memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam hidup,&#8221; ucap Sri Marganingsih.<\/p>\n<p>Dalam melaksanakan pembinaan, pengembangan, evaluasi, dan koordinasi terhadap penyelenggaraan  perpustakaan, serta membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan, sesuai dengan  Standar Nasional Perpustakaan. <\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/lintasbisnis.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230905-WA0085_copy_320x219.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/lintasbisnis.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230905-WA0085_copy_320x219-300x205.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"205\" class=\"alignnone size-medium wp-image-16048\" srcset=\"https:\/\/lintasbisnis.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230905-WA0085_copy_320x219-300x205.jpg 300w, https:\/\/lintasbisnis.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230905-WA0085_copy_320x219-135x93.jpg 135w, https:\/\/lintasbisnis.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/IMG-20230905-WA0085_copy_320x219.jpg 320w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Perpusnas juga mempunyai fungsi sebagai perpustakaan pembina, feposit, rujukan, penelitian, pelestarian dan sebagai pusat jejaring perpustakaan.sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, dan juga Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang ditindaklanjuti, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang mana Perpustakaan, ditetapkan sebagai urusan wajib, non pelayanan dasar.<\/p>\n<p>\u201ckelembagaan perpustakaan dalam bentuk dinas, wajib dibentuk disetiap didaerah, baik Provinsi maupun Kabupaten\/Kota. Perpustakaan menyediakan layanan yang bertransformasi sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat,\u201d ungkap Sri.<\/p>\n<p>Ia Juga menjelaskan jika arah transformasi menekankan bahwa paradigma  perpustakaan kini telah berubah. Paradigma baru perpustakaan mengarahkan sumber daya dan upaya perpustakaan dengan proporsi 10 persen untuk manajemen koleksi 20 persen untuk manajemen pengetahuan ; dan 70 persen untuk transfer pengetahuan . <\/p>\n<p>\u201cIstilah ini, Kami menyebut pengaturan proporsi ini sebagai perpustakaan menjangkau masyarakat,\u201d ujar Sri.<\/p>\n<p>Data terakhir pada 2022 mencatat tidak kurang dari 16.331 pegiat literasi tersebar di berbagai penjuru Tanah Air. Perpusnas melihat potensi ini sebagai kekuatan yang harus dikolaborasikan melalui Akademi Literasi dan terus didorong perkembangannya.<\/p>\n<p>Jadi lanjutnya lagi, tujuan dari Akademi Literasi ialah mewujudkan kolaborasi pegiat literasi melalui pemberdayaan masyarakat yang integratif dan partisipatif, serta meningkatkan nilai gemar membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.Sejak tahun 2018, Perpustakaan Nasional memiliki program prioritas nasional yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).<\/p>\n<p>Bahkan Program ini mendapat dukungan dari Bappenas RI yang merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan. Program ini terdiri dari kegiatan pendampingan, bimtek, bantuan TIK, bantuan koleksi siap pakai dan rak buku, dan perangkat jaringan untuk akses internet.<\/p>\n<p>\u201cSejak 2015-2022, terjadi peningkatan signifikan terkait pemanfaatan layanan perpustakaan daring, mulai dari Khastara, e-resources, Indonesia One Search (IOS), iPusnas, dan Tanya Pustakawan melalui chat,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sebagai instansi yang berorientasi pada jasa layanan, Perpustakaan Nasional terus berusaha untuk meningkatkan layanan secara prima. Dengan Kegiatan Media Gathering ini merupakan upaya  Perpustakaan Nasional dalam rangka membina hubungan baik dengan  media sekaligus wujud dari kesadaran akan peran vital literasi dalam masyarakat, serta bagaimana media menjadi sarana utama dalam menyebarkan informasi dan pesan-pesan literasi yang bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LINTAS BISNIS &#8211; Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mempunyai peran yang tak tergantikan dalam menciptakan masyarakat unggul yang sadar literasi. Literasi bukanlah sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan yang memberdayakan individu untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan efektif, dan pada akhirnya berpartisipasi aktif dalam percaturan global. Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16047,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[2063,2693,337],"class_list":["post-16046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","tag-literasi","tag-masyarakat-unggul","tag-perpusnas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16049,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16046\/revisions\/16049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}