{"id":19580,"date":"2025-07-18T20:54:59","date_gmt":"2025-07-18T13:54:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lintasbisnis.com\/?p=19580"},"modified":"2025-07-18T20:54:59","modified_gmt":"2025-07-18T13:54:59","slug":"peringati-200-tahun-perang-jawa-perpusnas-gelar-rangkaian-kegiatan-martabat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/2025\/07\/18\/peringati-200-tahun-perang-jawa-perpusnas-gelar-rangkaian-kegiatan-martabat\/","title":{"rendered":"Peringati 200 Tahun Perang Jawa, Perpusnas Gelar Rangkaian Kegiatan &#8216;MARTABAT&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><strong>LINTAS BISNIS<\/strong> &#8211; Memperingati dua abad meletusnya Perang Jawa (1825-1830), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) akan menyelenggarakan serangkaian program bertajuk &#8220;Martabat&#8221;.<\/p>\n<p>Perang Jawa disebut merupakan sebuah peristiwa monumental dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan pihaknya memandang penting momentum 200 tahun Perang Jawa sebagai upaya membangun ingatan kolektif bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin mengingatkan kembali bahwa pernah ada perjuangan besar melawan penjajahan yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Melalui Rangkaian ini, kita mengajak generasi muda mengenal dan mengapresiasi pemikiran, sikap, dan nilai-nilai suri teladan beliau,\u201d ujarnya dalam Taklimat Media Peringatan 200 Tahun Perang Jawa, di Jakarta, pada Jumat (18\/7\/2025).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Perpusnas juga ingin menyebarluaskan nilai-nilai penting nasionalisme dan sikap kerelawanan kepada masyarakat. &#8220;Salah satu upayanya adalah dengan mempromosikan koleksi-koleksi terkait Perang Jawa dan Pangeran Diponegoro yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Memory of the World atau Ingatan Kolektif Dunia,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian kegiatan Peringatan 200 Tahun Perang Jawa, Perpusnas akan menyelenggarakan pameran yang menampilkan koleksi dari Museum Nasional, Keraton Yogyakarta, serta koleksi lainnya. Beberapa koleksi yang akan dipamerkan adalah replika pelana kuda dan keris Diponegoro.<\/p>\n<p>Disusun secara tematik, pameran yang digelar pada 20 Juli\u201420 Agustus 2025, menampilkan babak-babak penting terkait Pangeran Diponegoro, mulai dari Mustahar (masa kecil sang pangeran), Perang Sabil, Muslihat, hingga Lentera Bangsa. <\/p>\n<p>&#8220;Pameran ini juga dihadirkan dalam versi digital melalui platform Google Arts &#038; Culture, memungkinkan akses global terhadap warisan sejarah bangsa,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan adalah peluncuran buku Babad Diponegoro dan Sketsa Perang Jawa. Selain buku, lanjutnya, Perpusnas juga akan meluncurkan 25 judul komik bertema Babad Diponegoro.<\/p>\n<p>&#8220;Komik ini agar masyarakat terutama anak-anak dapat membaca dan mengetahui nilai-nilai penting dalam Babad Diponegoro,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sestama mengatakan, puncak acara akan digelar pada Minggu, 20 Juli 2025. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan hadir untuk menyampaikan pidato kebangsaan bertema &#8220;Pelajaran dari Patriotisme Diponegoro untuk Indonesia Maju&#8221;.<\/p>\n<p>Plt. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, menyampaikan sejumlah kegiatan akan mengisi rangkaian Peringatan 200 Tahun Perang Jawa.<\/p>\n<p>\u201cKami juga menyelenggarakan lomba dan pertunjukan teater sebagai rangkaian kegiatan. Kami mengajak seluruh masyarakat hadir, merenungi kembali nilai-nilai perjuangan Diponegoro,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Candra Gautama, Editor Senior Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), menambahkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun reflektif. <\/p>\n<p>\u201cTahun ini kita memperingati 80 tahun Indonesia merdeka dan 100 tahun A.A. Navis. Peringatan 200 tahun Perang Jawa adalah ruang refleksi yang luar biasa. Tanpa inisiatif Perpusnas, kita bisa kehilangan momen emas untuk menyadarkan bangsa tentang pentingnya Sejarah,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Candra juga menyampaikan apresiasi kepada Perpusnas dan Peter Carey atas penerbitan Babad Diponegoro dalam versi dua jilid. \u201cPenerjemahan naskah ini membutuhkan waktu lebih dari satu setengah tahun. Isinya penuh dengan tembang, dan ditulis dalam aksara Pegon. Ini adalah warisan tak ternilai yang harus dibaca ulang generasi muda,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, Buku Babad Diponegoro disunting dan diterjemahkan oleh Peter Carey, Tim Pusat Studi Kebudayaan UGM, Tim Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Perpusnas. Buku Sketsa Perang Jawa disunting oleh Peter Carey dan Aditia Gunawan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas bekerja sama dengan Perpusnas.<\/p>\n<p>Rangkaian Kegiatan:<br \/>\n\ud83d\udccc 20 Juli 2025 \u2013 Upacara Pembukaan &#038; Pidato Kebangsaan Presiden RI<br \/>\n\ud83d\udccc 20 Juli \u2013 20 Agustus 2025 \u2013 Pameran \u201cMartabat\u201d<br \/>\n\ud83d\udccc 21 &#038; 7 Agustus \u2013 Pertunjukan Teater Diponegoro (Disutradarai Wawan Sofwan)<br \/>\n\ud83d\udccc 22 Juli \u2013 Pemutaran dan Diskusi Film<br \/>\n\ud83d\udccc 22 Juli \u2013 Lokakarya Kaligrafi Aksara Pegon<br \/>\n\ud83d\udccc 23 Juli \u2013 Bedah Buku \u201cBabad Diponegoro&#8221; &#038; &#8220;Sketsa Perang Jawa\u201d<br \/>\n\ud83d\udccc 24 Juli \u2013 Lokakarya &#8220;Jamu Diponegoro: Tradisi, Ketahanan, dan Perlawanan&#8221;<br \/>\n\ud83d\udccc 25 Juli \u2013 Gelar Wicara \u201cDemi Martabat Bangsa: Refleksi Perang Jawa bagi Indonesia Maju\u201d<br \/>\n\ud83d\udccc 20 Agustus \u2013 Bedah Buku \u201cBabad Kedhung Kebo\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LINTAS BISNIS &#8211; Memperingati dua abad meletusnya Perang Jawa (1825-1830), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) akan menyelenggarakan serangkaian program bertajuk &#8220;Martabat&#8221;. Perang Jawa disebut merupakan sebuah peristiwa monumental dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan pihaknya memandang penting momentum 200 tahun Perang Jawa sebagai upaya membangun ingatan kolektif bangsa. \u201cKita ingin<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19581,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4259],"tags":[4452,4453,337],"class_list":["post-19580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-200-tahun-perang-jawa","tag-martabat","tag-perpusnas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19580"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19582,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19580\/revisions\/19582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}