{"id":19871,"date":"2025-09-15T22:21:03","date_gmt":"2025-09-15T15:21:03","guid":{"rendered":"https:\/\/lintasbisnis.com\/?p=19871"},"modified":"2025-09-16T05:22:23","modified_gmt":"2025-09-15T22:22:23","slug":"hari-kunjung-perpustakaan-momen-menghargai-peran-pustakawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/2025\/09\/15\/hari-kunjung-perpustakaan-momen-menghargai-peran-pustakawan\/","title":{"rendered":"Hari Kunjung Perpustakaan Momen Menghargai Peran Pustakawan"},"content":{"rendered":"<p><strong>LINTAS BISNIS<\/strong> \u2014 Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September. Tema tahun ini mengenai Mengembangkan Kompetensi untuk Pustakawan Hebat, Layanan Berkualitas. Tema tersebut dinilai sangat relevan dan kontekstual dengan tantangan dan tuntutan zaman. <\/p>\n<p>\u201cMomen ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momen reflektif sekaligus akseleratif bagi penguatan budaya literasi, pengembangan profesi kepustakawanan, dan peningkatan layanan perpustakaan di seluruh Indonesia,\u201d tutur Plt. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Ofy Sofiana. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Webinar memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2025 yang dilaksanakan secara daring, Senin (15\/9\/2025).<\/p>\n<p>\u201cKecakapan pustakawan telah menjadi tumpuan utama dalam menopang dan memastikan kualitas layanan perpustakaan. Pustakawan tidak hanya menjadi pengelola koleksi, namun juga fasilitator literasi, kurator pengetahuan, aktor perubahan sosial, dan pelaku utama dalam inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ofy mengatakan, peran strategis pustakawan dalam ekosistem literasi nasional tidak lagi terbatas pada ruang perpustakaan, tetapi telah menjadi arsitek perubahan bagi masyarakat yang literat, inklusif, dan adaptif untuk berinovasi. Peran strategis lainnya adalah menjawab tantangan baru di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0..<\/p>\n<p>\u201cPustakawan harus mampu menjadi pembelajar abadi, agen perubahan, dan penggerak utama dalam membangun ekosistem literasi nasional. Saya percaya, dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan komitmen, kita dapat membawa dunia perpustakaan Indonesia menuju tataran yang lebih tinggi,\u201d terang Adin. <\/p>\n<p>Webinar ini menghadirkan 3 Narasumber berpengalaman : Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI), Joko Santoso; Pustakawan Berprestasi Terbaik 2024, Edi Wiyono; dan Wakil Presiden APLiN (ASEAN Public LIbrary Information Network), Chaerul Umam; serta di moderatori oleh Pustakawan Ahli Madya Perpusnas, Vira Farhana.<\/p>\n<p>Joko Santoso memaparkan tentang Mengembangkan Kompetensi Pustakawan untuk Layanan Perpustakaan Berkualitas di Era Kecerdasan Buatan,. Dirinya menyoroti tantangan global, profil pustakawan Indonesia, serta arah strategis pengembangan kompetensi di tengah disrupsi teknologi.<\/p>\n<p>Joko menggarisbawahi bahwa pustakawan memiliki keunggulan yang tak tergantikan dibanding mesin pencari seperti Google, yang kini menguasai 91,5% pasar pencarian informasi global. \u201cPustakawan bukan sekadar penjaga informasi, melainkan pencipta pengetahuan yang relevan dan etis,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga merinci, data 2025 menunjukkan bahwa 53,31% pustakawan Indonesia berasal dari generasi milenial, dengan 83,64% telah tersertifikasi secara profesional. Menurutnya, mayoritas dari mereka bekerja di lingkungan pendidikan tinggi. \u201cDengan profil demografis yang didominasi generasi digital dan tingkat sertifikasi yang tinggi, pustakawan Indonesia memiliki modal kuat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>\u201cPustakawan adalah menjaga api perubahan, menjaga semangat untuk terus maju kedepan, karena mereka adalah pemilik ilmu pengetahuan, mereka mengorganisasikan pengetahuan, dan mereka memberikan layanan dan akses pengetahuan, termasuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan baru sebagai bagian dari upaya terus memperkuat peradaban bangsa,\u201d ujar Joko menutup sesi materinya.<\/p>\n<p>Serupa dengan hal itu, menurut Edi Wiyono, Pustakawan tak lagi sekadar penjaga koleksi, melainkan aktor utama dalam penciptaan dan penyebaran pengetahuan yang valid, relevan, dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>\u201cDulu pustakawan hanya menjaga koleksi dan memastikan sumber-sumber belajar tetap terjaga. Namun, peran itu harus kita dorong lebih jauh. Pustakawan juga harus menjadi pencipta pengetahuan dari berbagai koleksi yang ada,\u201d kata Edi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Chaerul Umam menyampaikan bahwa Pustakawan juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tidak hanya fokus pada kompetensi inti. \u201cPerpustakaan selalu dihadapkan pada tiga hal: layanan, perkembangan teknologi, dan perubahan masyarakat. Generasi sekarang sejak kecil sudah akrab dengan dunia digital, ini tantangan bagi pustakawan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurut Umam, pustakawan perlu menguasai keterampilan baru seperti penulisan, penelitian, dan komunikasi profesional. \u201cKebijakan perpustakaan sekarang harus berbasis data dan analisis, bukan sekadar kebiasaan lama,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, keterlibatan pustakawan Indonesia di forum internasional menunjukkan pengakuan global. \u201cKita harus adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi, baik di dalam negeri maupun di kancah dunia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LINTAS BISNIS \u2014 Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap tanggal 14 September. Tema tahun ini mengenai Mengembangkan Kompetensi untuk Pustakawan Hebat, Layanan Berkualitas. Tema tersebut dinilai sangat relevan dan kontekstual dengan tantangan dan tuntutan zaman. \u201cMomen ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momen reflektif sekaligus akseleratif bagi penguatan budaya literasi, pengembangan profesi kepustakawanan, dan peningkatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4259],"tags":[],"class_list":["post-19871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19871"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19873,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19871\/revisions\/19873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}