{"id":8781,"date":"2021-01-02T02:25:36","date_gmt":"2021-01-02T02:25:36","guid":{"rendered":"http:\/\/lintasbisnis.com\/?p=8781"},"modified":"2021-01-02T02:26:38","modified_gmt":"2021-01-02T02:26:38","slug":"rupiah-lesu-terhadap-dolar-dan-mata-uang-asia-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/2021\/01\/02\/rupiah-lesu-terhadap-dolar-dan-mata-uang-asia-eropa\/","title":{"rendered":"Rupiah Lesu Terhadap Dolar dan Mata Uang Asia-Eropa"},"content":{"rendered":"<p><strong>LINTAS BISNIS<\/strong> &#8211; Mata uang Rupiah tidak hanya lesu di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga terhadap mata uang Asia-Eropa.<\/p>\n<p>Sepanjang 2020, rupiah melemah 1,55% terhadap dolar AS di perdagangan pasar spot secara point-to-point. Padahal pada 2019, rupiah mampu menguat 3,44% di hadapan greenback dan menjadi salah satu mata uang terbaik di. Asia.<\/p>\n<p>Namun tahun ini rupiah malah jadi salah satu yang terlemah di Asia. Rupiah menempati peringkat kedua terbawah, hanya lebih baik dari rupee India.<\/p>\n<p>Berhadapan satu lawan satu dengan mata uang Benua Kuning, rupiah pun keok bukan main. Rupiah melemah hampir di hadapan seluruh mata uang Asia. Lagi-lagi hanya rupee yang berhasil &#8216;ditaklukkan&#8217; oleh rupiah.<\/p>\n<p>Derita rupiah belum berhenti sampai di sini. Berpindah ke Eropa, rupiah pun &#8216;dikeroyok&#8217; habis-habisan.<\/p>\n<p>Di hadapan euro, poundsterling Inggris, dan franc Swiss, rupiah melemah begitu dalam. Bahkan depresiasi rupiah terhadap euro dan franc lebih dari 10%.<\/p>\n<p>Well, 2020 bukan tahun yang mudah. Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019\/Covid-19) yang menyebabkan resesi ekonomi dunia sempat membuat pasar keuangan global hancur lebur, terutama pada kuartal II.<\/p>\n<p>Kala itu, hampir seluruh negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang ketat. Miliaran penduduk planet bumi terpaksa bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. <\/p>\n<p>Pada kuartal II, ekonomi di banyak negara mulai mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) yang teramat dalam. Kala itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh -5,32%, terendah sejak krisis moneter 1998. Itu pun tidak lebih parah ketimbang negara-negara lain.<\/p>\n<p>Rupiah pun saat itu sangat merana. Kurs mata uang Ibu Pertiwi sempat berada di kisaran Rp 16.500\/US$, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak krisis 1998.<\/p>\n<p>Rupiah dengan cepat mampu berbalik arah. Bahkan rupiah sempat begitu perkasa, menguat hingga ke kisaran Rp 13.800\/US$.<\/p>\n<p>Namun kemudian laju rupiah agak mengendur. Sepanjang kuartal III, rupiah melemah 4,65% di hadapan dolar AS. Rupiah memang menguat nyaris 5% pada kuartal berikutnya, tetapi itu tidak cukup untuk membuatnya membukukan penguatan secara tahunan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LINTAS BISNIS &#8211; Mata uang Rupiah tidak hanya lesu di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga terhadap mata uang Asia-Eropa. Sepanjang 2020, rupiah melemah 1,55% terhadap dolar AS di perdagangan pasar spot secara point-to-point. Padahal pada 2019, rupiah mampu menguat 3,44% di hadapan greenback dan menjadi salah satu mata uang terbaik di. Asia. Namun<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[565,563,564,566,562],"class_list":["post-8781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-finansial","tag-asia-eropa","tag-dolar","tag-mata-uang","tag-melemah","tag-rupiah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8781"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8784,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8781\/revisions\/8784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasbisnis.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}