Home / 7 Fakta Menarik Tentang Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

7 Fakta Menarik Tentang Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

LINTAS BISNIS – Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki adalah sebuah karya yang unik dengan premis menarik yang menggugah perasaan. Buku ini ditulis oleh Baek Se Hee tentang stres yang dikalahkan oleh keinginan makan tteokpokki. Buku dengan genre motivasi dan self healing memang sedang populer akhir-akhir ini dan I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki menawarkan konsep yang berbeda dari buku self healing lainnya.

Jika Anda termasuk penggemar bacaan bermutu, terutama buku motivasi dan self healing, Anda wajib tahu fakta-fakta menarik buku karya penulis asal Korea Selatan ini. Simak penjelasan selanjutnya.

Fakta Tentang Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

Kesehatan mental telah menjadi topik yang hangat dibicarakan secara global. Banyak kasus-kasus bunuh diri terjadi akibat masalah ini. Tak heran jika buku dengan genre self healing untuk penanganan masalah kesehatan mental secara mandiri sangat diminati di banyak negara. Berikut ini fakta menarik buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki yang masuk dalam deretan buku best seller yang menyoroti masalah kesehatan mental dengan gaya yang berbeda.
1. Direkomendasikan Idol KPop
Buku dengan judul unik dan bikin penasaran sejak dirilis tahun 2019 ini mengusung budaya kuliner Korea yang lezat, yaitu tteokpokki. Namun, isu kesehatan mental yang sedang marak dibicarakan secara global menjadikan buku yang ditulis dengan gaya bertutur yang unik ini mendapat perhatian lebih. Tak heran jika buku ini direkomendasikan oleh banyak idol KPop, di antaranya adalah RM BTS, Hyunjin Stray Kids, S.Coups Seventeen, dan masih banyak lainnya.
2. Judul Unik Isi Fakta
Judul buku self healing ini tampak berbeda dibandingkan buku dengan genre sejenis. Terlihat kesan main-main, bercanda, dan tidak serius, tapi ternyata isinya membahas masalah yang sangat serius. Buku ini merupakan kumpulan catatan terapi yang dijalani oleh Baek Se Hee alias penulisnya sendiri yang dikemas menjadi bacaan menyenangkan.
3. Pengenalan Distimia dan Gangguan Kecemasan
Penulis mengisahkan perjalanan panjang melawan distimia (persistent depressive disorder) dan gangguan kecemasan yang dialami selama 10 tahun. Buku ini berisi dialog-dialog panjang yang dilakukan Baek Se Hee selama menjalani pengobatan dan sesi terapi bersama psikiater. Anda bisa mengetahui bagaimana gejolak seseorang yang mengalami gangguan depresi dan kecemasan dan apa yang terjadi ketika gangguan menyerang.
4. Melawan Keinginan Bunuh Diri dengan Tteokpokki
Ketika penulis dalam keadaan depresi berkepanjangan dan merasa tidak berguna lagi, biasanya timbul keinginan untuk menyerah hingga dorongan untuk bunuh diri. Namun, secara unik semangkuk tteokpokki, makanan favorit bisa menolongnya dari pikiran negatif tersebut. Makan semangkuk tteokpokki membuat hati Baek Se Hee terasa hangat dan bahagia. Kenyataan ini sangat lucu, tapi benar-benar terjadi.
5. Temukan Self Love
Dari semangkuk tteokpokki, penulis menemukan self love dan makna kebahagiaan. Makanan favorit ternyata bisa membuat siapa saja bangkit dan memiliki motivasi untuk mencintai diri sendiri. Menjadi bahagia bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana. Dari sini, penulis mengajak pembaca untuk menemukan self love dan membahagiakan diri sendiri.
6. Rangkuman Blog Pribadi
Pada awalnya, buku ini ditulis melalui blog pribadi dalam bentuk catatan dan rangkuman dialog dengan psikiater. Tak lupa, penulis selalu menyertakan semangkuk tteokpokki saat berbagi kisahnya. Bagi Baek Se Hee, blog dan tteokpokki merupakan teman seperjuangan untuk mendapat kesehatan mentalnya kembali.
7. Dialog Penuh Pesan Moral
Buku dengan cover pink dan ilustrasi menarik ini berisi banyak penggalan dialog nyata antara Baek Se Hee dengan psikiater yang menanganinya. Dialog-dialog tersebut justru menjadi inti pengobatan dan memberi pesan moral bagi pembaca. Anda akan mendapat cara pandang baru tentang masalah kesehatan mental, khususnya gangguan distimia dan kecemasan yang dialami penulis. Beberapa istilah kedokteran mungkin sulit dipahami, tapi gejala-gejala yang dialami penulis mungkin dialami banyak orang sehingga lebih mudah dimengerti. Poin pentingnya, pembaca diharapkan lebih menghargai dan mencintai diri sendiri. Tidak perlu membandingkan kondisi diri dengan orang lain dan dapatkan kebahagian dengan cara yang sederhana, misalnya dari makanan favorit.

Tertarik membaca buku buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki? Anda bisa mendapatkan buku ini dengan mudah melalui toko buku online yang tersedia di Blibli, aplikasi online mall terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Blibli menyediakan beragam kebutuhan Anda, termasuk buku bacaan bermutu dan original. Anda tidak perlu khawatir mendapatkan produk berkualitas rendah atau palsu, karena Blibli memberi jaminan keaslian produk. Jika produk yang Anda dapatkan tidak sesuai deskripsi yang diberikan, Anda bisa mengajukan klaim penukaran produk dengan mudah dan gratis ongkos kirimnya.

Belanja buku di Blibli juga lebih hemat. Anda bisa memanfaatkan berbagai penawaran harga spesial, mulai dari diskon hingga kupon cashback. Nah, tunggu apa lagi? Segera dapatkan buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki di Blibli sekarang juga!