LINTAS BISNIS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office resmi meluncurkan implementasi program Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF).
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (14/4), sekaligus menandai dimulainya pendanaan bagi empat proyek inovatif rendah karbon di Indonesia.
Program LCDI-ITF merupakan bagian dari kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang telah terjalin sejak 2017. Inisiatif ini bertujuan mendorong pembangunan berbasis bukti yang inklusif dan berkelanjutan melalui pembiayaan inovatif, penguatan kelembagaan, serta percepatan solusi iklim yang dapat direplikasi.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud implementasi nyata kebijakan pembangunan rendah karbon.
“Ini adalah kulminasi dari upaya bersama untuk memastikan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata,” ujarnya.
Dari total 283 proposal dengan nilai pengajuan mencapai Rp1,59 triliun, terpilih empat proyek tahap awal dengan total pendanaan Rp20,33 miliar. Proyek-proyek tersebut mencakup pengelolaan sampah, budidaya udang berbasis energi surya, pengolahan rempah berkelanjutan, serta dekarbonisasi pertanian padi.
Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, menekankan pentingnya fokus pada implementasi agar inovasi tidak berhenti di tahap awal. Menurutnya, skema pendanaan ini dirancang untuk membantu inovasi melewati fase kritis atau “valley of death”.
Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, menyoroti pentingnya dampak sosial dari solusi iklim. Ia menyebut bahwa pendekatan yang diusung LCDI-ITF tidak hanya berfokus pada penurunan emisi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja hijau, dan penguatan ketahanan komunitas.
Hingga 2024, Indonesia telah mencatat potensi penurunan emisi sebesar 30,36 persen melalui lebih dari 29.000 aksi lintas sektor. Ke depan, LCDI-ITF diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi secara nasional serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.
Program ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi inovasi menjadi kebijakan dan investasi yang berdampak luas bagi pembangunan berkelanjutan.






