LINTAS BISNIS – Minat generasi muda Muslim Indonesia terhadap ibadah Haji dan Umrah terus meningkat seiring berkembangnya gaya hidup digital dan kesadaran spiritual. Survei terbaru Muslim Pro pada April 2025 menunjukkan 81% responden menginginkan fitur perencanaan Haji, Umrah, dan Zakat dalam layanan tabungan syariah digital.
Di kelompok usia 23–39 tahun, minat terhadap fitur perencanaan religi mencapai 66%, menjadikannya fitur digital paling diminati. Tren ini menunjukkan perubahan cara anak muda memandang kesuksesan, yang kini tidak hanya diukur dari karier atau aset, tetapi juga pencapaian spiritual dan pengalaman hidup yang bermakna.
Menurut Group Managing Director dan CEO Nafees Khundker, generasi muda Muslim kini lebih terbuka membicarakan aspirasi spiritual mereka, termasuk keinginan menunaikan Haji dan Umrah di usia muda.
Peningkatan minat tersebut juga didukung perkembangan ekonomi Islam global.
Laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 menyebut sektor perjalanan ramah Muslim menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi nilai pasar mencapai US$384 miliar pada 2028. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dunia dalam sektor pariwisata ramah Muslim.
Meski demikian, kesiapan finansial masih menjadi tantangan utama. Survei Muslim Pro menemukan 65% responden jarang atau belum pernah menabung khusus untuk Haji maupun Umrah. Sebanyak 83% responden yang kesulitan menabung menyebut keterbatasan finansial dan pendapatan yang tidak stabil sebagai hambatan utama.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia meluncurkan Amanah Pro, layanan keuangan digital yang membantu pengguna menabung secara bertahap dan terstruktur untuk persiapan Haji dan Umrah.
Layanan ini memungkinkan pengguna menyesuaikan target tabungan sesuai kemampuan finansial masing-masing agar proses menabung terasa lebih realistis dan konsisten dijalankan sejak dini.





