LINTAS BISNIS — Harga aset kripto kembali menghijau pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan damai dengan Iran hampir rampung dinegosiasikan. Sentimen geopolitik yang mereda membuat investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk kripto.
Berdasarkan data pasar terbaru, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis sekitar 0,07% menjadi US$2,56 triliun. Sementara itu, Bitcoin (BTC) menguat 0,49% ke level US$76.824 per koin.
Pemulihan Bitcoin terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi global. Pernyataan Trump mengenai peluang perdamaian dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi geopolitik dan dampaknya terhadap inflasi global.
Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (24/5/2026), Trump menyebut kesepakatan antara Amerika Serikat, Iran, dan sejumlah negara Timur Tengah “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan kini tinggal memasuki tahap finalisasi. Negara yang disebut terlibat antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain.
Sentimen positif tersebut langsung mendorong pemulihan aset berisiko secara global, termasuk pasar kripto yang sempat mengalami tekanan jual tajam dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, penguatan belum merata di seluruh pasar aset digital. Ethereum turun 0,94% ke US$2.092, sementara BNB melemah 0,19% ke US$654. Selain itu, Solana terkoreksi 0,77% ke US$85 dan Dogecoin turun 1,17% ke US$0,1.
Di sisi lain, pasar masih dibayangi sejumlah tekanan makroekonomi. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan tingginya harga energi memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan kesulitan menahan perlambatan ekonomi tanpa memicu inflasi baru.
Tekanan tambahan juga datang dari melemahnya permintaan aset digital di China. Stablecoin dilaporkan diperdagangkan dengan diskon terhadap yuan resmi, kondisi yang biasanya dipandang sebagai sinyal lemahnya minat investor terhadap pasar kripto.
Analis menilai arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa pekan mendatang.





