Home / News / Media Sosial Dorong Tren Liburan ke Jogja, Hunian Hotel RedDoorz Naik Tajam

Media Sosial Dorong Tren Liburan ke Jogja, Hunian Hotel RedDoorz Naik Tajam

LINTAS BISNIS – Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin selektif dalam mengatur pengeluaran, Yogyakarta tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan domestik. Kota budaya ini dinilai mampu menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau.

Platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, RedDoorz, mencatat tren positif pada sektor pariwisata dan akomodasi di Yogyakarta. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan serta tingkat hunian properti yang dikelola perusahaan.

General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, mengatakan Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan kombinasi wisata budaya, sejarah, kuliner, hingga pengalaman lokal yang autentik.

“Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau. Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 40,6 juta pergerakan wisatawan nusantara dan 102.817 kunjungan wisatawan mancanegara ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 dengan jumlah wisatawan nusantara mencapai 10,4 juta kunjungan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 10,2 juta kunjungan.

Sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata, RedDoorz mencatat lebih dari 445.000 pemesanan di Yogyakarta sepanjang 2025. Pada periode libur Lebaran 2026, tingkat okupansi properti RedDoorz di wilayah tersebut mencapai 55 persen atau meningkat 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Ovaldo, perubahan perilaku wisatawan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tren industri akomodasi saat ini. Kalangan Generasi Z dan milenial semakin mengandalkan platform digital dan media sosial dalam menentukan destinasi wisata maupun tempat menginap.

Wisatawan Gen Z umumnya lebih aktif melakukan riset sebelum memesan penginapan dengan mempertimbangkan ulasan, harga, aksesibilitas lokasi, hingga tampilan visual properti di platform seperti TikTok dan Instagram. Sementara wisatawan milenial lebih mengutamakan kenyamanan, fasilitas yang memadai, serta lokasi strategis untuk perjalanan keluarga maupun rombongan.

Untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam, RedDoorz memperkuat strategi multi-brand melalui jaringan SANS dan URBANVIEW yang menyasar segmen wisatawan berbeda.

“Melalui jaringan SANS dan URBANVIEW, kami ingin menghadirkan pilihan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan saat ini, mulai dari yang mengutamakan harga terjangkau hingga yang mencari pengalaman menginap yang lebih modern dan estetik,” kata Ovaldo.

Sepanjang 2025, SANS Hotel menjadi brand dengan tingkat okupansi tertinggi di jaringan RedDoorz di Yogyakarta. Tingkat huniannya tercatat 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata hotel lain di kota tersebut, menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap akomodasi terjangkau dengan konsep lifestyle dan desain yang menarik.

Peningkatan performa juga dirasakan oleh pemilik properti yang bermitra dengan RedDoorz. Pemilik SANS Hotel Nagari Malioboro, Puspita Melati, mengungkapkan tingkat hunian hotelnya meningkat signifikan setelah bekerja sama dengan RedDoorz.

“Sebelum dikelola bersama RedDoorz, rata-rata tingkat hunian properti kami berada di kisaran 40 persen. Kini meningkat menjadi sekitar 75 persen berkat dukungan operasional dan perluasan jangkauan pasar yang diberikan RedDoorz,” ujarnya.

Melihat potensi pasar yang masih besar, RedDoorz menargetkan penambahan sekitar 96 properti baru di Yogyakarta sepanjang 2026, termasuk melalui pengembangan hotel yang dikelola langsung perusahaan dan penguatan strategi multi-brand.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Yogyakarta sekaligus membantu pemilik properti meningkatkan kinerja bisnis mereka secara berkelanjutan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *