LINTAS BISNIS – Daewoong Pharmaceutical Indonesia (Daewoong) menggelar simposium ilmiah bertajuk Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes pada 27 Juni 2026 di Bandung, sebagai bagian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PIT PERKENI) ke-14.
Dalam simposium tersebut, Daewoong menyoroti masih rendahnya pencapaian target kadar low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C) pada pasien berisiko kardiovaskular tinggi di Indonesia.
Berdasarkan studi registri multisenter yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Cardiology (2025), hanya 4,9% pasien berisiko tinggi dan sangat tinggi yang mencapai target LDL-C di bawah 55 mg/dL.
Simposium yang dihadiri sekitar 500 tenaga medis dari seluruh Indonesia ini membahas pentingnya pengelolaan lipid sebagai bagian dari tata laksana diabetes melitus tipe 2, termasuk penggunaan terapi kombinasi ezetimibe dan rosuvastatin bagi pasien yang belum mencapai target LDL-C melalui monoterapi.
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, mengatakan pasien diabetes melitus tipe 2 umumnya memiliki berbagai faktor risiko kardiovaskular sehingga penurunan kadar LDL-C perlu menjadi prioritas terapi. Menurutnya, strategi pengobatan harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing pasien dan dilakukan sedini mungkin sesuai rekomendasi pedoman internasional.
Sementara itu, Prof. Da-Hye Seo dari Inha University Hospital, Korea Selatan, menekankan bahwa terapi kombinasi yang menargetkan sintesis dan penyerapan kolesterol dapat menjadi pilihan bagi pasien yang belum mencapai target LDL-C dengan terapi tunggal.
CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park, mengatakan perusahaan akan terus menghadirkan solusi terapi bagi pasien penyakit kronis di Indonesia serta memperkuat kolaborasi riset dengan tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.





