Home / Finansial / Rupiah Menguat ke Rp17.952 per Dolar AS, Dolar Tertekan Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah

Rupiah Menguat ke Rp17.952 per Dolar AS, Dolar Tertekan Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah

LINTAS BISNIS – Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (3/7/2026), seiring pelemahan mata uang Negeri Paman Sam setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot, rupiah menguat 43 poin atau 0,24% ke level Rp17.952 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) turun 0,02 poin atau 0,02% ke level 101,838.

Pelemahan dolar terjadi setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Juni menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip CNBC International, pemberi kerja di AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja sepanjang Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan penambahan 110.000 lapangan kerja.

Di sisi lain, tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,3%.
Data tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melambat dinilai membuka peluang bagi bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang.

Prospek kebijakan moneter yang lebih akomodatif membuat dolar AS kehilangan sebagian penguatannya, sehingga memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat pada perdagangan hari ini.

Sebelumnya, dolar AS sempat memperoleh dukungan dari ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi guna menekan inflasi menuju target 2%. Selain itu, derasnya arus investasi ke sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) turut menopang permintaan terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *