Home / Bisnis / Emas Berpeluang Uji US$ 4.165, Pasar Cermati Data Ekonomi AS dan Arah The Fed

Emas Berpeluang Uji US$ 4.165, Pasar Cermati Data Ekonomi AS dan Arah The Fed

LINTAS BISNIS – Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan pekan depan di tengah kombinasi sentimen teknikal yang tetap positif dan meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan terakhir, harga emas terkoreksi tipis 0,01% menjadi US$ 4.121,08 per ons troi. Meski demikian, pelemahan tersebut dinilai belum mengubah tren kenaikan yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan pergerakan emas pada time frame H1 masih menunjukkan struktur bullish. Harga mampu bertahan di atas indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang kini berperan sebagai area support dinamis.

“Tekanan jual belum mampu mendorong harga turun lebih dalam karena langsung direspons oleh aksi beli. Ini menunjukkan buyer masih mendominasi pasar,” kata Geraldo dalam risetnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan harga menembus level resistance sebelumnya yang kemudian berubah menjadi area support (role reversal) menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan masih terjaga. Struktur harga yang membentuk pola higher low juga mengindikasikan minat beli investor tetap kuat.

Secara teknikal, harga emas diproyeksikan menguji resistance terdekat di level US$ 4.136 per ons troi. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan peningkatan volume transaksi, peluang kenaikan menuju US$ 4.165 per ons troi semakin terbuka.

“Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, namun belum memberikan sinyal pembalikan arah yang berarti sehingga tren naik masih berpotensi berlanjut,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, prospek emas masih ditopang tingginya ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Di saat yang sama, potensi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan logam mulia.

Pelaku pasar juga tengah menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi AS, antara lain data inflasi, ketenagakerjaan, serta indeks aktivitas manufaktur dan jasa (PMI). Rangkaian data tersebut akan menjadi acuan dalam membentuk ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga memperbesar peluang pelonggaran kebijakan moneter, harga emas diperkirakan memperoleh dorongan lanjutan. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menopang penguatan dolar AS dan membatasi kenaikan harga emas.

“Selama harga mampu bertahan di atas area MA 21 dan MA 34, prospek jangka pendek emas masih cenderung positif dengan target penguatan menuju level US$ 4.165 per ons troi,” kata Geraldo.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *