Home / Properti / Tren Berubah, Masyarakat Indonesia Kini Lebih Memilih Sewa Rumah daripada Membeli

Tren Berubah, Masyarakat Indonesia Kini Lebih Memilih Sewa Rumah daripada Membeli

LINTAS BISNIS – Cara masyarakat Indonesia mewujudkan impian memiliki rumah mulai mengalami perubahan. Alih-alih langsung membeli, semakin banyak masyarakat memilih menyewa hunian terlebih dahulu sebagai langkah awal sebelum memiliki rumah sendiri.

Temuan tersebut terungkap dalam riset Rumah123 berdasarkan analisis jutaan aktivitas pencarian dan enquiry pengguna di seluruh Indonesia selama April hingga Juni 2026. Pada kuartal II (Q2) 2026, sebanyak 58,6% enquiry pengguna ditujukan untuk hunian sewa, sementara hanya 41,4% yang mencari rumah untuk dibeli.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, minat terhadap hunian sewa meningkat dari 53,4% menjadi 58,6%. Sebaliknya, minat membeli rumah turun dari 46,6% menjadi 41,4%.

Rumah123 mencatat tren ini telah berlangsung secara konsisten selama lima kuartal terakhir. Selisih antara minat menyewa dan membeli bahkan mencapai 17,2 poin persentase pada Q2 2026, menjadi yang terbesar sepanjang periode pengamatan April 2025 hingga Juni 2026.

Tidak hanya dari distribusi enquiry, perubahan perilaku juga terlihat dari laju pertumbuhannya. Enquiry untuk pembelian rumah turun hampir 20% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara enquiry hunian sewa masih mencatat pertumbuhan positif.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan perubahan tersebut bukan berarti masyarakat kehilangan keinginan memiliki rumah.

“Aspirasi masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi. Namun, data kami menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen memilih menyewa terlebih dahulu sebagai strategi yang lebih fleksibel sambil mempersiapkan kondisi finansial, menyesuaikan kebutuhan hidup, dan menunggu momentum yang tepat untuk membeli rumah. Dengan kata lain, menyewa kini menjadi bagian dari perjalanan menuju kepemilikan rumah,” ujar Marisa.

Ia menambahkan, fenomena tersebut terutama terlihat pada kelompok usia produktif. Sebanyak 53,9% pengguna Rumah123 berasal dari kelompok usia 18–34 tahun, yang umumnya masih berada pada tahap membangun karier, keluarga, dan stabilitas finansial.

“Fenomena ini bukan sebagai penurunan minat membeli rumah, melainkan perubahan urutan pengambilan keputusan. Menyewa menjadi fase transisi sebelum membeli, terutama bagi generasi muda yang masih membangun stabilitas finansial maupun fleksibilitas mobilitas,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, aktivitas pengguna yang memanfaatkan fitur Simulasi KPR di Rumah123 turun 11,6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski demikian, rumah dengan harga di bawah Rp500 juta masih menjadi pilihan utama dalam simulasi KPR dengan porsi 35,2%, disusul rumah seharga Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 30,5%. Tenor kredit 16–20 tahun menjadi yang paling diminati dengan porsi 36,9%, diikuti tenor hingga 10 tahun (30,1%) dan tenor 11–15 tahun (28,1%).

Rumah123 juga mencatat perubahan preferensi melalui kata kunci yang paling banyak dicari pengguna. Keyword “subsidi” masih mendominasi pencarian, menunjukkan keterjangkauan harga tetap menjadi pertimbangan utama masyarakat. Di sisi lain, tingginya pencarian kata “cluster” dan “mewah” mengindikasikan bahwa konsumen juga semakin memperhatikan kualitas lingkungan, fasilitas, dan gaya hidup saat memilih hunian.

VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan jutaan aktivitas pengguna di platform menjadi cerminan kondisi pasar properti nasional.

“Rumah123 berada pada titik temu antara jutaan pencari properti dan pelaku industri. Karena itu, kami tidak hanya melihat apa yang dicari masyarakat hari ini, tetapi juga bagaimana perilaku tersebut berubah dari waktu ke waktu. Insight inilah yang ingin terus kami hadirkan sebagai referensi terpercaya bagi industri properti Indonesia,” kata Firman.

Ia menambahkan, data tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pelaku industri mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi pasar.

Menurut Rumah123, perjalanan menuju kepemilikan rumah kini semakin beragam. Bagi sebagian masyarakat, menyewa menjadi strategi awal sebelum membeli rumah, sementara kepemilikan rumah tetap menjadi tujuan jangka panjang. Melalui pemanfaatan data dan teknologi, Rumah123 berkomitmen menghadirkan solusi yang membantu masyarakat menemukan hunian sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, dan tahap kehidupannya melalui kampanye #RumahUntukSemua.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *