Home / Bisnis / Bitcoin Tembus US$86.000, tapi Pembeli AS Belum Kembali

Bitcoin Tembus US$86.000, tapi Pembeli AS Belum Kembali

LINTAS BISNIS – Harga Bitcoin (BTC) naik 2,01% menjadi US$86.462 per koin pada Senin (5/10/2026) pukul 08.05 WIB, berdasarkan data CoinMarketCap. Dengan asumsi kurs Rp17.934 per dolar AS, nilainya sekitar Rp1,55 miliar.

Kapitalisasi pasar kripto global turut naik 1,68% menjadi US$2,94 triliun. Ethereum (ETH) menguat 1,24% ke US$2.725, sementara Binance Coin (BNB) naik 1,35% menjadi US$795.

Meski Bitcoin kembali menembus US$86.000, permintaan dari pasar Amerika Serikat (AS) belum sepenuhnya pulih. Coinbase Premium Index tercatat negatif selama 29 hari berturut-turut hingga sekitar 3 Oktober, mengindikasikan tekanan pembelian di Coinbase masih lebih lemah dibanding pasar global.

Data CryptoQuant juga menunjukkan apparent spot demand Bitcoin mengalami kontraksi sekitar 170.000 BTC dalam 30 hari hingga awal Oktober.

Namun, minat investor institusi AS masih terlihat kuat. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$2,39 miliar pada pekan 21-25 September, menjadi arus masuk mingguan terbesar dalam sekitar satu tahun.

Di Eropa, pasar Bitcoin justru menguat sekitar 4% sejak awal September. Bertambahnya produk investasi kripto, termasuk Bitcoin ETC dengan perlindungan nilai euro dari HANetf, turut menjadi katalis.

Investor kini menunggu FOMC Minutes The Fed pada Rabu (7/10/2026). Data payrolls AS September yang hanya bertambah 29.000 dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,2% meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Penguatan Bitcoin di atas US$86.000 menjadi sinyal positif, tetapi keberlanjutan kenaikan akan sangat bergantung pada kembalinya permintaan spot AS, arus dana ETF, serta arah kebijakan The Fed.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *