Home / Bisnis / AMD Perkuat Fondasi Komputasi Kuantum Lewat Kolaborasi dengan IBM dan Oak Ridge

AMD Perkuat Fondasi Komputasi Kuantum Lewat Kolaborasi dengan IBM dan Oak Ridge

LINTAS BISNIS – AMD memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi komputasi kuantum melalui kolaborasi dengan IBM dan Oak Ridge National Laboratory (ORNL), Amerika Serikat. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan platform codesign untuk koreksi kesalahan kuantum (quantum error correction) dengan mengintegrasikan kemampuan komputasi kuantum dan komputasi klasik berkinerja tinggi.

Kolaborasi tersebut menghadirkan lingkungan penelitian bersama untuk mengevaluasi arsitektur, perangkat lunak, serta alur kerja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem komputasi kuantum hibrida di masa depan.

Dalam inisiatif ini, IBM menghadirkan teknologi komputasi kuantum, ORNL menyediakan fasilitas penelitian dan komputasi berkinerja tinggi, sedangkan AMD berkontribusi melalui teknologi CPU, GPU, FPGA, serta ekosistem perangkat lunak terbuka.

Tahap awal implementasi akan mengintegrasikan komputer kuantum IBM, termasuk IBM Quantum Nighthawk dengan 120 qubit, bersama sistem High-Performance Computing (HPC) Umbra milik ORNL. Sistem tersebut ditenagai prosesor AMD EPYC™ generasi kelima dan GPU AMD Instinct™ MI355X.

Corporate Fellow sekaligus Head of Research & Advanced Development AMD, Ralph Wittig, mengatakan pengembangan sistem kuantum yang bermanfaat membutuhkan kolaborasi erat antara komunitas komputasi kuantum dan klasik.

Menurutnya, AMD menghadirkan keahlian teknologi CPU, GPU, dan FPGA untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pengendalian waktu nyata hingga superkomputasi berskala besar.

“Bersama IBM, Oak Ridge, dan para mitra ekosistem kami, kami menerapkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan dan menguji bagaimana prosesor kuantum, komputasi klasik, dan software dapat bekerja bersama dalam skala besar,” ujar Ralph Wittig.

Inisiatif ini sekaligus melanjutkan pengalaman AMD dalam mendukung pengembangan superkomputer berkinerja tinggi serta kolaborasi dengan IBM di bidang komputasi ilmiah berbasis GPU dan dekode kesalahan menggunakan FPGA.

Integrasikan Berbagai Teknologi Komputasi

Pengembangan sistem kuantum hibrida membutuhkan integrasi berbagai teknologi pemrosesan dengan karakteristik berbeda. Pengendalian dan mekanisme umpan balik memerlukan respons cepat serta ketepatan waktu, sementara simulasi dan perhitungan ilmiah membutuhkan kemampuan pemrosesan paralel dalam skala besar.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, AMD mengandalkan empat teknologi utama.

Pertama, CPU AMD EPYC™ yang berperan dalam orkestrasi sistem dan menyediakan kemampuan komputasi serbaguna untuk mengoordinasikan sistem kuantum-klasik.

Kedua, GPU AMD Instinct™ yang mempercepat simulasi, optimisasi, serta komputasi ilmiah paralel untuk mendukung beban kerja kuantum.

Ketiga, AMD Versal™ Adaptive SoC yang menyediakan kemampuan pengendalian latensi rendah, pembacaan hasil (readout), dan dekode di dekat prosesor kuantum.

Keempat, ekosistem perangkat lunak terbuka AMD ROCm™ yang membantu pengembang mengintegrasikan aplikasi komputasi berkinerja tinggi (HPC), kecerdasan buatan (AI), dan perangkat keras dalam lingkungan komputasi kuantum-klasik.

Melalui pendekatan deep codesign, AMD bersama para mitra berupaya menyelaraskan berbagai teknologi tersebut agar dapat bekerja sebagai satu sistem yang terintegrasi dan skalabel.

Koreksi Kesalahan Jadi Kunci Pengembangan Komputasi Kuantum

Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan komputer kuantum adalah koreksi kesalahan atau quantum error correction. Teknologi ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan keandalan komputer kuantum sehingga mampu menjalankan penelitian dan perhitungan ilmiah yang lebih kompleks.

Proses tersebut tidak hanya membutuhkan kemajuan pada prosesor kuantum, tetapi juga kemampuan komputasi klasik untuk mengolah informasi, melakukan dekode, dan mengoordinasikan berbagai proses secara cepat.

Platform codesign yang dikembangkan AMD, IBM, dan ORNL menyediakan lingkungan bersama untuk meneliti kebutuhan tersebut. Inisiatif ini juga mendukung Quantum Genesis Mission dari Departemen Energi Amerika Serikat yang menargetkan kemajuan menuju komputer kuantum yang relevan secara ilmiah pada 2028.

Ke depan, platform tersebut direncanakan terhubung dengan Oak Ridge Leadership Computing Facility (OLCF), yang juga menjadi lokasi superkomputer baru ORNL, Lux SI (Super Intelligence) + HPC.

Superkomputer tersebut akan menggunakan prosesor AMD EPYC dan GPU AMD Instinct. Integrasi ini diharapkan memperluas kemampuan penelitian untuk mengeksplorasi pemanfaatan komputasi kuantum, AI, dan komputasi ilmiah dalam mempercepat penemuan teknologi serta mendukung keamanan nasional.

Bagi AMD, kolaborasi dengan IBM dan ORNL menegaskan bahwa masa depan komputasi kuantum tidak hanya ditentukan oleh kemajuan prosesor kuantum, tetapi juga oleh kemampuan komputasi klasik yang mendukungnya.

Melalui pengembangan sistem secara terpadu, AMD berupaya membangun fondasi teknologi yang diperlukan untuk menghadirkan komputasi kuantum berskala besar dan membuka peluang baru bagi penelitian ilmiah di masa depan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *