Lintas Bisnis.com Jakarta – PT Jaya Real Property, Tbk. (JRPT) hari ini secara resmi mengumumkan tentang rencananya untuk membangun kembali Pasar Senen Jaya 1 dan 2, dan dilakukan dengan Groundbreaking di Jakarta.
“Kami akan berupaya memberikan ruang yang baik ruang usaha bagi mereka. Kami berupaya mendesign yang baik buat mereka agar tidak lebih buruk. Nantinya akan ada 20.087 kios, kami tingkatkan dengan sistem keamanannya. Ruang pencegahan kebakaran kami berupaya ekstra mencegahnya di area kios nantinya. Kami merasa keberadaan Pasar Senen perlu dijaga dan akan kami bangun ulang dengan kualitas dan fasilitas yang lebih baik, aman dan nyaman,” kata Suhardiman, Manager Proyek, PT Jaya Real Property, Tbk di lokasi Pasar Senen, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Hampir tiga abad sudah Pasar Senen hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dinikmati masyarakat Jakarta, namun juga dari luar Jakarta yang sering berburu beraneka barang dagangan. Hal ini menjadikan Pasar Senen sebagai pusat grosir terbesar di Jakarta.
Pada awalnya, JRPT berencana untuk ekspansi dengan membangun Pasar Senen Jaya 5, melanjutkan kesuksesan dari pembangunan Pasar Senen Jaya 4 yang sudah terlebih dahulu beroperasi. Suhardiman menambahkan, pihaknya melihat bahwa membangun kembali Pasar Senen Jaya 1 dan 2 jauh lebih penting saat ini, terutama bagi para pedagang lama yang sudah dari dulu berjualan di area tersebut.
“Para pedagang lama pun hanya akan dikenai biaya sewa sesuai dengan tarif yang dikenakan pada mereka dulu, sehingga tidak ada penyesuaian harga bagi pedagang lama, meskipun nantinya menjadi gedung baru. Kami rencanakan proyek ini dapat rampung pada April 2022,” ungkap Suhardiman.
Pasar Senen Jaya 1 dan 2 direncanakan akan memiliki luas hingga 69.600 m2 yang terdiri dari enam lantai. Salah satu faktor utama yang diperhatikan adalah keamanan, di mana pasar tersebut akan dilengkapi CCTV 24 jam yang diletakan di setiap sudut bangunan serta early warning system yang dapat melacak potensi terjadinya kebakaran dan memantau keseluruhan area. Faktor kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung seperti fasilitas pendingin ruangan (AC) di seluruh ruangan pun akan sangat diperhatikan.
Dodit Hardianto, Manager Pemasaran, Pasar Senen Jaya 1 dan 2 menjelaskan, pihaknya juga akan memprioritaskan pedagang lama yang sudah pasti dipasarkan terlebih dahulu.
“Kami memulai pedagang lama terlebih dahulu dengan sistem pengundian. Setelah pedagang lama selesai, mulai kita pasarkan keluar artinya ke pedagang yang baru akan memulai. Dan kami tawarkan pada harga perdana tetapi bukan diskon, setelah itu dipasarkan keluar dengan range antara Rp 44 juta – 130 juta/m2 per 20 tahun, namun belum termasuk pajak. Ukuran yang kami tawarkan per kiosnya sekitat 6 meter. Kita sudah tersewa 40% itu diantaranya untuk pedagang lama,” papar Dodit.
Lebih lanjut dia menambahkan, pasar yang akan dibangun nantinya lebih mengutamakan keamanan dan kenyamanan pedagang maupun konsumen menjadi perhatian utama pihaknya. “Persepsi lingkungan kumuh, panas dan rawan diharapkan akan semakin sirna dari benak pedagang dan konsumen dengan adanya inovasi baru ini,” jelas Dodit.
Selain jajaran direksi JRPT, acara Groundbreaking hari ini turut dihadiri oleh Walikota Jakarta Pusat, Dr. Bayu Merghantara. Dia mengatakan, pihaknya mendukung rencana pembangunan Pasar Senen oleh JRPT ini.
“Kami yakin dengan lokasinya yang strategis karena terletak di jantung kota Jakarta dan dikelilingi akses dan moda transportasi mudah, dapat sangat menguntungkan bagi para pedagang pasar, pengunjung dan masyarakat sekitar,” tutur Bayu.
Kelengkapan Pasar Senen sebagai Pusat Grosir ini sendiri pun sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia. Jajanan kue subuh, aksesoris seperti kacamata, jam tangan dan tas tersedia dengan beragam pilihan dan harga yang sangat terjangkau. Profil konsumen dari Pasar Senen Jaya pun beragam, mulai dari berbagai segmentasi umur, pengusaha, pedagang ataupun konsumen biasa.
“Ke depannya, Pedagang Kaki Lima (PKL) pun akan kami relokasi dengan wadah berdagang yang lebih baik. Untuk lokasi dari relokasinya sendiri sudah ada dalam perencanaan,” ungkap Bayu.
