Home / Bisnis / Harga CPO Malaysia Melonjak, Ekspor Sawit Awal Oktober Menguat

Harga CPO Malaysia Melonjak, Ekspor Sawit Awal Oktober Menguat

LINTAS BISNIS – Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026). Kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) serta lonjakan permintaan ekspor pada awal Oktober menjadi penopang utama pergerakan harga minyak sawit mentah tersebut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO November 2026 naik 61 ringgit Malaysia menjadi 4.559 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Desember 2026 turut menguat 45 ringgit Malaysia menjadi 4.682 ringgit Malaysia per ton.

Penguatan juga terjadi pada kontrak Januari 2027 yang naik 29 ringgit Malaysia menjadi 4.787 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Februari 2027 meningkat 13 ringgit Malaysia menjadi 4.875 ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Maret 2027 bertambah 5 ringgit Malaysia menjadi 4.960 ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader Iceberg X Sdn Bhd David Ng mengatakan penguatan permintaan ekspor turut menopang harga CPO. Namun, pasar masih menghadapi kekhawatiran terhadap tingginya persediaan minyak sawit di dalam negeri.

Ekspor Sawit Malaysia Melonjak pada Awal Oktober

Permintaan dari pasar ekspor menunjukkan peningkatan signifikan pada awal Oktober 2026. Data surveyor kargo Amspec Agri Malaysia mencatat ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 491.954 ton selama periode 1–10 Oktober 2026, naik 37,73% dibandingkan 357.194 ton pada periode yang sama September.

Hasil pemantauan Intertek Testing Services juga menunjukkan tren serupa. Ekspor minyak sawit Malaysia tercatat sebesar 525.071 ton pada periode 1–10 Oktober 2026, meningkat 33,51% dibandingkan 393.295 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.

Kenaikan ekspor tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan harga CPO, di tengah dinamika pasar minyak nabati global.

Produksi CPO Malaysia Ikut Meningkat

Di sisi lain, pasokan minyak sawit Malaysia juga menunjukkan peningkatan. Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) melaporkan produksi CPO pada September 2026 naik 16,48% menjadi 2,11 juta ton.

Peningkatan produksi berpotensi menambah tekanan terhadap harga apabila tidak diimbangi oleh permintaan yang memadai. Karena itu, perkembangan ekspor dan tingkat persediaan domestik masih menjadi faktor penting yang dicermati pelaku pasar.

Ke depan, pergerakan harga CPO Malaysia akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan ekspor, perkembangan produksi, persediaan minyak sawit, serta arah harga minyak nabati pesaing, termasuk minyak kedelai di pasar global

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *