Harga Emas Dunia Berbalik Melemah Usai Sentuh Level Tertinggi 7 Pekan

LINTAS BISNIS – Harga emas dunia berbalik melemah pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan. Koreksi terjadi seiring pelaku pasar mencerna perkembangan terbaru terkait inflasi, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Harga emas spot sempat menyentuh US$4.271,33 per ons, level tertinggi sejak 18 Juni 2026. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama dan berakhir dengan koreksi. Hingga Jumat (7/8/2026) pagi WIB, harga emas spot berada di kisaran US$4.235,39 per ons, turun sekitar 0,10% dibanding sesi sebelumnya.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru masih mencatat kenaikan sebesar 0,6% menjadi US$4.330,20 per ons.
Analis Pasar Senior Tradu.com, Nikos Tzabouras, mengatakan optimisme mengenai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz sempat memberikan sentimen positif bagi emas karena mampu meredakan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak.

Menurutnya, harapan tercapainya kesepakatan diplomatik yang memungkinkan kembali normalnya distribusi minyak melalui Selat Hormuz turut mengurangi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter agresif dari bank sentral AS.

Laporan menyebutkan Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur strategis tersebut setelah sebelumnya terganggu oleh konflik di kawasan.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini diperkirakan turun menjadi sekitar 55%, dari sebelumnya 67% dua hari lalu.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga.

Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menegaskan masih mendukung sikap mempertahankan suku bunga saat ini sambil menunggu data ekonomi terbaru untuk memastikan inflasi bergerak menuju target 2%.

Pasar kini menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk periode Juli yang dijadwalkan diumumkan pada Jumat. Sebelumnya, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS melambat.

Tzabouras mengingatkan bahwa harga emas masih berpotensi menghadapi tekanan apabila inflasi tetap tinggi dan ketegangan geopolitik kembali meningkat.

Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak spot turun 0,89% menjadi US$61,51 per ons, platinum melemah 0,31% ke US$1.729,20 per ons, sedangkan paladium menguat 0,58% menjadi US$1.369,37 per ons.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *