Lintas Bisnis.com Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten meyakini proyek jalan tol Serang – Panimbang bisa selesai tepat waktu, minimal kendaraan bisa exit (tol) pada tahun 2021. Pemkab berharap wisatawan dalam dan luar negeri bisa menempuh perjalanan menuju ke kawasan resort Tanjung Lesung lebih cepat.
“Proyek jalan tol Serang – Panimbang sudah ada progress. Kami serius, karena Tanjung Lesung kan sebagai KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Kami juga gencar tawari peluang investasi kepada pengusaha asal China, Jepang, Australia,” ujar Sekretaris Daerah Pemkab Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan kepada Redaksi, Jumat (20/9/2019).
Pemkab dan PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola KEK Tanjung Lesung juga intens menggelar event. Salah satunya, Festival dan kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2019 yang akan berlangsung selama tiga hari pada akhir September. Para peserta dari luar negeri sudah mendaftar untuk mengikuti festival bernuansa sports tourism.
“Kami optimis dengan pengembangan Tanjung Lesung. Walaupun, daerah lain seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Karimunjawa (Jepara, Jawa Tengah), Raja Ampat (Papua Barat) juga gencar promosi, kami tetap optimis,” tegas Fery.
Kawasan wisata Tanjung Lesung meliputi pulau Liwungan, Pantai Bodur yang iconic. Banyak wisatawan tertarik meriset mengenai badak cula satu, badak Jawa di Ujung Kulon, Banten. “Badak di Ujung Kulon kan iconic Tanjung Lesung. Sehingga kami yakin keindahan alam Tanjung Lesung terutama pantainya berpadu dengan keragaman flora, fauna serta budaya eksotis khas Banten,” kata Fery.
Di tempat yang sama, manager of Mongolian Cultural Centre (MCC) Tanjung Lesung Khulan Oyunbat mengatakan, di daerah tersebut akan memadukan kebudayaan eksotis Banten dengan Mongolia. MMC dibangun di kawasan Pantai Tanjung Lesung, desa Tanjung Jaya. MCC sebagai pesona baru wisata dan pertama di ASEAN yang menawarkan kebudayaan bangsa Mongolia. MCC seperti ‘little Mongolia’ serta kecantikan khas wanita Mongolia, termasuk Khulan Oyunbat.
“Tahun lalu, kami mengundang penari profesional dari Mongolia. Mereka tampil dan melatih para siswi sekolah Desa Cikadu (kecamatan Panimbang, Pandeglang). Sehingga khas ‘little Mongolia’ semakin menebar pesona kawasan wisata Tanjung Lesung,” kata Khulan mengatakan kepada Redaksi.
Siswi Cikadu yang sudah terlatih akan tampil pada setiap event di Tanjung Lesung. Keberuntungan juga, komplek MCC luput dari hempasan bencana tsunami pada akhir Desember 2018 yang lalu. “Kami terus meningkatkan program wisata termasuk kegiatan petualangan camping. Pengunjung terutama murid-murid sekolah bisa membawa tenda, menginap di lapangan terbuka MCC. Beach club dan Lalassa beach tidak kalah dibanding Bali, Lombok,” kata Khulan.

