Sekolah Iklim BMKG untuk Tingkatkan Produksi Petani

LINTAS BISNIS – Seorang petani Gunung Kidul, Mijo, yang pernah mengikuti sekolah iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah merasakan manfaat dengan adanya pemahaman soal iklim.

“Kami sangat bersyukur, dengan adanya sekolah iklim kami mendapatkan wawasan baru, kami bisa melihat bagaimana itu cuaca dan iklim, sehingga bisa mengukur curah hujan dan melihat apakah sudah bisa bercocok tanam atau belum,” ujar Mijo, Minggu (18/7/2021).

Sebelum diadakan sekolah iklim, ia dan temannya menanam hanya dengan melihat situasi tanpa teori khusus secara akademis.

Hal tersebut tentu berpengaruh pada hasil penanaman, yang akhirnya menjadi kurang baik jika hanya melihat dari situasi.

“Kalau hanya mengandalkan situasi yang ada, itu banyak gagalnya, menanam jadi belakangan, pertumbuhan kurang maksimal,” kata Mijo.

Saat pandemi Covid-19 seperti ini, petani yang mengikuti sekolah iklim pun tetap optimis dan beraktivitas.

Sekolah iklim merupakan program dari BMKG Indonesia.

Kegiatannya yaitu memberikan pemahaman agar memahami cuaca dan iklim.

Bahkan, juga mempelajari berbagai perubahan secara mendadak yang dapat merugikan petani.

Selain itu terdapat edukasi kapan harus menanam pola tanam, sehingga petani dapat memutuskannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *