Wujudkan Jakarta Smart Food City, Surplus Jalin Kerjasama Dengan Dinas PPKUKM DKI

LINTAS BISNIS – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menegah (PPKUKM) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan beberapa startup yang akan berkolaborasi dengan Jakpreneur, dan salah satunya ialah PT Ekonomi Sirkular Indonesia atau Surplus.id aplikasi yang concern akan lingkungan dengan kampanye sosialnya zero waste.

Perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dengan CEO Surplus.id Muh Agung Saputra di Ruang Serbaguna, Dinas PPUKM, jalan Perintis Kemerdekaan No 1 Kelapa Gading, Selasa (23/11/2021).

Ratu mengatakan, perjanjian kerja sama ini upaya komitmen pemerintah DKI Jakarta dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Jakarta Kota Kolaborasi dan dalam mengurangi sampah, khususnya sampah makanan.

“Ini salah satu upaya kita dalam memposisikan kota Jakarta untuk mengurangi sampah dalam hal ini sampah makanan,” ujarnya.

Bahkan ia juga menghimbau Kepada seluruh pejabat dilingkungannya agar semua berjuang untuk mewujudkan program dalam dalam PKS ini.

“Kita harus bersinergi terus dengan Surplus sehingga nantinya tercapai kerjasama yang baik kedepannya”,ungkap Elizabeth.

Untuk melanjutkan PKS ini , Jajaran Dinas PPUKM akan menyosialisasikan kepada ribuan wirausaha anggota jakpreneur.

Sementara itu, CEO Surplus Muh Agung Saputra menyambut baik kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menegah (PPKUKM) DKI Jakarta dalam hal ini Jakpreneur.

Agung mengatakan, melalui kerja sama ini kedepannya dapat meminimalisir limbah pangan di seluruh wilayah. “Hadirnya Surplus ini pelaku usaha yang berada di Jakpreneur bisa mengurangi limbah pangannya. Pengusaha Jakpreneur juga dapat merubah kerugian menjadi keuntungan,”sebutnya.

Tak sampai disitu, pihaknya juga memberikan pelatihan hardskill manajemen kreasi makanan berlebih menjadi peluang yang diadakan tiap pekannya. Pihaknya pun akan terus mengkampanyekan zero waste limbah pangan dengan menjajaki ke berbagai wilayah. Selain dengan Pemprov DKI Jakarta, Surplus akan tekan MoU dengan Pemkot Bekasi dan Pemprov Yogyakarta.

“Dan kami berharap terciptanya Jakarta Smart Food City, Bekasi Smart Food City, Yogyakarta Smart Food City dan lainnya,” ungkapnya.

Lanjut Agung, setidaknya Surplus ingin memberikan win win solution kepada toko makanan sebelum mereka membuang makanannya.

“Dengan aplikasi Surplus ini , kita memberikan solusi untuk membeli makanan yang belum terjual dari toko makanan sebelum waktu tutup dengan diskon minimal 50%”,jelasnya.

Jadi menurutnya, Aplikasi Surplus dapat mempermudah bagi pemilik tempat usaha di sektor Makanan seperti restoran, cafe, toko roti, dan sebagainya untuk menjual makanannya yang belum habis terjual atau mendekati masa kadaluarsanya.

“Jadi hal ini bisa menjadi peluang bagi pemilik bisnis untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan memanfaatkan aplikasi Surplus dengan tidak membuang bahkan produknya pun terjual”,ungkapnya.

Dengan menggunakan aplikasi Surplus tentunya dapat mengurangi biaya pembuangan sampah dan mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah makanan demi lingkungan yang berkelanjutan dan sekaligus bagi konsumen mendapatkan makanan dengan harga yang terjangkau.

Kita ketahui, Aplikasi Surplus merupakan aplikasi yang efektif dan bermanfaat bagi pemilik bisnis, konsumen, maupun masyarakat bergandengan tangan untuk mengurangi sampah pangan.

“Ini terbukti 1 tahun belakangan ini aplikasi Surplus berkontribusi mengurangi sampah makanan sebanyak 1 ton setiap bulannya”,Tegas CEO Surplus.

Untuk mendukung pengurangan sampah pangan dengan pemggunaaan Aplikasi Surplus untuk konsumen dan pemilik usaha dapat diunduh di Google Playstore secara gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *