Home / Peresmian Sabun Cuci Piring “Katiga” Buatan Anak-Anak Tunadaksa Binaan Yayasan Visi Mahakarya

Peresmian Sabun Cuci Piring “Katiga” Buatan Anak-Anak Tunadaksa Binaan Yayasan Visi Mahakarya

LINTAS BISNIS – Seseorang tunadaksa yang mengalami kesulitan dan membutuhkan rehabilitasi sebagai sarana pemulihan penyandang cacat tubuh yang diakibatkan gangguan pada tulang otot.

Karena itu, Selain tempat untuk penyembuhan secara fisik, penyembuhan secara mental dan memotivasi diri juga menjadi faktor lingkungan sangat berperan. Hal ini akan dapat menciptakan rasa percaya diri dan kesejahteraan hidup bermasyarakat.

Masih banyaknya orang-orang yang memiliki kondisi seperti ini yang mengalami perlakuan yang kurang baik di masyarakat dan susahnya untuk bersaing dalam urusan mencari pekerjaan, bahkan sekalipun diterima paling tingkat rendah sekali.

Namun semenjak adanya Yayasan Visi Maha Karya yang merupakan lembaga nirlaba yang menjembatani antara masyarakat Indonesia yang membutuhkan perhatian.

Menyadari adanya kesenjangan sosial di masyarakat, maka Yayasan Visi Maha Karya memiliki beberapa karya nyata untuk terwujudnya keseimbangan sosial berupa karya pendidikan, karya kesehatan, karya lingkungan, karya ekonomi dan lainnya.

Orang yang memiliki keterbatasaan atau tunadaksa bisa lebih lega dan menjadi lebih bersemangat karena di YVMK mereka diajarkan untuk menjadi anak yang mandiri dengan berbagai bekal keahlian seperti membuat sanitizer, sabun cuci tangan, sabun cuci piring dll.

Peresmian workshop sabun cuci piring produksi tunadaksa binaan Visi Maha Karya di kantor Yayasan Visi Maha Karya kawasan Cirendeu Tangerang Selatan.

Salis Maulana Ketua Yayasan Visi Maha Karya dalam sambutannya mengatakan Kami sangat bersyukur pada hari ini dapat dilaksanakan peresmian workshop sabun cuci piring berkat bantuan dari pihak Bank Indoneisa dan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

“Visi Maha Karya sudah melalui perjalanan yang cukup panjang hingga sampai saat ini,karena berkat kebersamaan dan dukungan dari para donatur baik personal, lembaga ataupun perusahaan”, Ujar Salis Di Tangerang Selatan, Rabu (19/10/2022)

Bahkan Menurutnya lagi, Banyak diantara mereka tidak mendapat perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar membuat mereka mengurung diri. harga kaki palsu cukup mahal jadi kendala para penyandang tunadaksa ini memperoleh kaki palsu.

“untuk itulah mereka mengusulkan memberikan kaki palsu dan memberikan pembekalan khusus yang bisa dijadikan sebagai mata pencarian dan peluang usaha, Karena itulah Maha karya mengajak para donatur untuk bekerjasama mewujudkannya dengan membuat sabun cuci piring ”,tuturnya.

Dikesempatan yang sama Bapak Soleh Musa Kabid Dayasos Dinsos Kota Tangerang Selatan menyampaikan Membuat sabun cuci piring Ini sangat menginspirasi bagi adik-adik kita yang memiliki kebutuhan khusus yang tadinya mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan mencari pekerjaan tapi dengan adanya peluang bikin sabun cuci piring yang sudah memiliki brand sendiri Katiga.

“Mereka menjadi lebih percaya diri dan lebih semangat lagi dalam berusaha tentunya juga bisa membantu prekonomian keluarganya, Bahkan Seperti kita ketahui banyak yang membutuhkan sabun cuci piring terutama ibu rumah tangga warung warung makanan seperti warteg ini peluang yang sangat baik dan menjanjikan”,imbuhnya.

Bp. M. Aries Permana Asisten Direktur Bank Indonesia juga mendukung kegiatan seperti ini, semoga kedepannya bisa menjangkau lebih luas dengan bekerja sama lewat ibu –ibu PKK pengurus RT RW tentunya dengan harga yang lebih terjangkau pastinya akan dibeli.

“Untuk itu kami juga memberikan bantuan, dengan adanya workshop seperti ini akan memberikan contoh bagi masyarakat lainnya agar bisa lebih mandiri”, ungkapnya.

Semoga harapannya usaha seperti ini bisa berjalan secara terus menerus sehingga sabun cuci piring dengan brand Katiga ini bisa lebih di kenal masyarakat luas.

Farhan salah seorang tunadaksa pembuat sabun cuci piring menhaturkan banyak terimakasih untuk Yayasan Visi Mahakarya semoga usaha sabun cuci piring ini bisa terus berkembang dan kami sangat bersyukur dengan usaha ini bisa membantu prekonomian keluarga dengan memberikan pemberdayaan keahlian.

“terimakasih juga kepada Bank Indonesia yang sudah mensuport penuh kegiatan semoga ini menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak merasa minder bahkan lebih percaya diri, tutur Farhan.