LINTAS BISNIS – Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat (29/5/2026), di tengah perhatian investor terhadap perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga tinggi di AS.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot naik sekitar 0,2%-0,4% ke kisaran US$ 4.500 per ons troi pada perdagangan Jumat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS turut menguat tipis di atas level US$ 4.530 per ons.
Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Tekanan muncul akibat ekspektasi suku bunga tinggi AS yang dipicu lonjakan inflasi terkait perang di Timur Tengah.
Namun, pasar kembali bergerak positif setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran mencapai kerangka perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meski demikian, kesepakatan tersebut disebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump dan belum sepenuhnya final menurut media pemerintah Iran.
Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menopang permintaan aset aman (safe haven) seperti emas. Investor juga tetap waspada terhadap dampak perang terhadap harga energi global dan inflasi.
Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi AS melonjak dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada April 2026, terutama dipicu kenaikan harga energi akibat konflik Iran. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Presiden Federal Reserve Bank St. Louis Alberto Musalem menyebut bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak segera mereda dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams menilai kebijakan moneter saat ini sudah berada pada level yang tepat meski inflasi jangka pendek diperkirakan masih tinggi.
Dari sisi permintaan fisik, dukungan terhadap harga emas juga datang dari China. Data menunjukkan impor emas bersih China melalui Hong Kong melonjak 81,2% pada April dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan tingginya minat beli dari konsumen emas terbesar dunia tersebut.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak menguat. Harga perak spot naik ke kisaran US$ 75-76 per ons troi, palladium menguat mendekati US$ 1.380 per ons, sementara platinum bergerak stabil di atas US$ 1.900 per ons troi.
Analis menilai selama ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi global belum mereda sepenuhnya, emas masih akan menjadi instrumen lindung nilai favorit investor global.





