Panitia Sesalkan Pernyataan Kepala BKPM, Pelaksanaan Indonesia Investmen Week 2017 Diundur

IMG_20170905_115914-757x548-302x219

Lintas Bisnis.com Jakarta – Indonesia Investmen Week (IIW) adalah sebuah ajang yang mempertemukan antar para pelaku bisnis dari berbagai sektor guna menggali potensi atau peluang bisnis di sebuah daerah, kawasan atau bahkan Negara. Acara ini digelar rutin setiap tahunnya sejak 12 tahun lalu, dan tahun 2017 ini adalah penyelenggaraan yang ke-13 kalinya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya IIW digelar di Indonesia, namun tahun 2017 dalam rangka memperingati hubungan Indonesia – Singapura yang ke-50 maka hajatan besar pelaku bisnis ini diadakan di Singapura dengan nama Indonesia Investmen Week Chapter Singapure 2017 (IIW CS 2017).

Semula acara tersebut akan diadakan pada 6 – 8 September 2017 di Marina Bay Sands Singapore dalam bentuk kegiatan eksibisi dan forum penjajakan kerjasama internasional, namun sehubungan dengan rencana kunjungan Bapak Presiden RI dalam mengikuti kegiatan Pertemuan Bilateral Indonesia Singapura di tanggal 7 September 2017, maka IIW CS ditunda menjadi 4 – 6 Desember 2017.
Pihak penyelenggara yang dalam hal ini PT. Profajar Eksibit Internasional, menyatakan bahwa pihaknya tidak keberatan apabila acara IIW SC dipindah waktu menjadi 4 – 6 Desember 2017 mengingat pemberitahuan yang sudah dekat dengan waktu pelaksanaan.

Sebagian peserta Indonesia bahkan telah mempersiapkan pemberangkatannya secara maksimal, termasuk tiket pesawat udara dari berbagai daerah. Perizinan keluar negeri oleh Kementerian Dalam Negeri RI juga sudah memasuki tahapan kesiapan pemberangkatan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri RI.

Kendati menerima, namun penyelenggara menyayangkan ada pernyataan sepihak dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang menimbulkan polemik tentang acara IIW CS 201`7, pernyataan tersebut diutarakan Zaidin A. Zaiti, Presiden Direktur PT. Profajar Eksibit Internasional pada jumpa pers yang diadakan Senin (4/9/2017) di kantornya kawasan Pasar Minggu.

“Kami menyayangkan sikap Kepala BKPM RI melalui konferensi pers pada 31 Agustus yang menyatakan kegiatan kami merupakan kegiatan liar. IIW Singapore Chapter sendiri mendapatkan dukungan melalui beberapa Kementerian antara lain, Kementerian Perekonomian RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian dan lainnya,” ujar Zaidin.
Dilanjutkan Zaidin, kepala BKPM bahkan juga menyatakan dalam jumpa awak media tersebut bahwa kegiatan IIW SC 2017 bukan dari kegiatan rangkaian semarak 50 Tahun Indonesia Singapura. Dan dari pernyataan Kepala BKPM itu mengakibatkan sebanyak 50 persen peserta membatalkan untuk ikut acara tersebut.

“Kalau mau dihitung kerugian misalkan saja biaya sewa gedung di Hall C Marina Bay Sands Singapore ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar, biaya kontraktor disana ditaksir Rp 1,4 miliar belum kita sudah booking hotel dan lain sebagainya,” tuturnya.
“Pada kesempatan jumpa pers ini diharapkan pihak BKPM dapat merespon dengan baik surat dari pihak penyelenggara yang telah dilayangkan pada Senin (4/9/2017), dan BKPM dapat mendukung kegiatan kami di tanggal 4 – 6 Desember 2017 nanti,” tutup Zaidin.

Sebagai informasi, penyelenggara telah mempersiapkan 50 institusi sebagai exhibitors, 300 lebih pelaku usaha nasional dan internasional yang telah meregistrasi keikutsertaannya dalam momentum IIW-SC 2017. Penyelenggara juga telah mendistribusikan 3.000 lebih undangan international visitors dan mempersiapkan sarana dan prasarana dengan baik sesuai kebutuhannya.