Home / Finansial / Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.352 per Dolar AS, Dolar Global Menguat

Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.352 per Dolar AS, Dolar Global Menguat

LINTAS BISNIS — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (8/5/2026), seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap mayoritas mata uang dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah dibuka turun 19 poin atau 0,11% ke level Rp17.352 per dolar AS. Padahal pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda sempat menguat hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup naik 54 poin di level Rp17.333 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Investor menilai peluang tercapainya kesepakatan sementara antara kedua negara dapat mengurangi risiko konflik yang selama ini membayangi pasar global.

Dikutip dari CNBC International, indeks dolar AS tercatat menguat 0,16% ke level 98.223 pada Jumat pagi. Penguatan tersebut membuat dolar diperdagangkan lebih perkasa terhadap sebagian besar mata uang global.

Harapan de-eskalasi konflik AS-Iran juga mendorong penguatan pasar saham dan obligasi global. Namun di sisi lain, kondisi itu membuat investor tetap berhati-hati dalam menempatkan dana mereka di aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Mata uang utama dunia lainnya turut bergerak variatif. Euro relatif stabil di level US$1,1748 setelah sebelumnya menguat 0,47%. Sementara poundsterling Inggris melemah 0,1% ke posisi US$1,35785 usai mencatat kenaikan 0,4% pada perdagangan sebelumnya.

“Saya pikir pasar masih tegang,” ujar Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar Bannockburn Forex.

Di kawasan Asia, yen Jepang juga melemah sekitar 0,3% ke level 156,79 per dolar AS. Pelemahan terjadi sehari setelah yen sempat menguat tajam akibat spekulasi intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.
Otoritas moneter Jepang dilaporkan telah menggelontorkan dana sebesar 5,01 triliun yen guna menopang mata uangnya yang berada dalam tekanan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah kuatnya dominasi dolar AS.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lanjutan terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta dinamika geopolitik global yang dinilai masih akan menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *