Home / Energi / Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2%, Ketegangan Israel-Lebanon Kembali Guncang Pasar

Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2%, Ketegangan Israel-Lebanon Kembali Guncang Pasar

LINTAS BISNIS – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin (1/6/2026) setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan energi menyusul perintah militer Israel untuk memperluas operasi pasukannya di wilayah Lebanon dalam pertempuran melawan Hizbullah yang didukung Iran.

Mengutip Reuters, perkembangan terbaru tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan minyak global, meskipun gencatan senjata di kawasan itu telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu.

Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$2,37 atau 2,71% menjadi US$89,73 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent menguat US$2,07 atau 2,27% ke level US$93,19 per barel.

Kenaikan harga terjadi setelah pasar kembali memasukkan faktor risiko geopolitik ke dalam perhitungan. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu arus pasokan energi dari salah satu kawasan penghasil minyak terbesar di dunia.

Sebelumnya, harga minyak sempat mengalami tekanan pada akhir pekan lalu. Brent dan WTI masing-masing turun 1,8% dan 1,7% pada Jumat (29/5/2026) setelah muncul optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dapat meredakan ketegangan regional.

Namun, perkembangan terbaru di perbatasan Israel-Lebanon kembali mengubah sentimen pasar. Investor kini cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Pelaku pasar akan terus memantau dinamika konflik di Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan. Setiap eskalasi lebih lanjut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan mendorong volatilitas harga energi di pasar internasional.

Analis menilai pergerakan harga minyak saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik. Selama belum ada kepastian mengenai stabilitas kawasan, pasar diperkirakan akan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *