Home / Energi / Harga Minyak Dunia Rebound Setelah Anjlok 5 Persen, Pasar Tunggu Detail Kesepakatan AS-Iran

Harga Minyak Dunia Rebound Setelah Anjlok 5 Persen, Pasar Tunggu Detail Kesepakatan AS-Iran

LINTAS BISNIS – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026) pagi setelah sehari sebelumnya terperosok hampir 5% ke level terendah dalam tiga bulan. Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian pada rincian kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran serta prospek pemulihan pasokan energi global.

Berdasarkan data perdagangan pagi, kontrak berjangka minyak Brent naik 26 sen atau 0,3% ke posisi US$83,42 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 46 sen atau 0,3% menjadi US$81,12 per barel.

Kenaikan terbatas tersebut terjadi setelah pasar melakukan penyesuaian menyusul aksi jual besar pada perdagangan Senin (15/6/2026). Saat itu, harga minyak anjlok hampir 5% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, konflik di kawasan Teluk menyebabkan terganggunya arus energi global, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Harapan pembukaan kembali jalur tersebut mendorong pasar memperkirakan pasokan minyak akan kembali normal dalam beberapa bulan ke depan.

Namun demikian, investor masih berhati-hati karena rincian lengkap kesepakatan belum dipublikasikan. Selain itu, kesepakatan damai permanen juga belum tercapai sehingga risiko geopolitik dinilai masih membayangi pasar energi.

Indikasi awal menunjukkan MoU tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Periode tersebut akan digunakan untuk membahas berbagai isu penting, termasuk program nuklir Iran dan mekanisme keamanan kawasan.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut nota kesepahaman dengan AS sebagai langkah penting menuju penghentian konflik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesepakatan akhir untuk perdamaian jangka panjang masih belum terbentuk.

Analis pasar menilai pemulihan pasokan minyak global tidak akan berlangsung secara instan. Sejumlah hambatan teknis seperti pembersihan ranjau laut, pemulihan perlindungan asuransi pelayaran, hingga perbaikan infrastruktur energi yang rusak diperkirakan membutuhkan waktu sebelum distribusi minyak kembali normal.

Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan mulai memangkas proyeksi harga minyak menyusul meningkatnya peluang normalisasi arus perdagangan energi melalui Selat Hormuz. Namun pasar masih menunggu bukti nyata implementasi kesepakatan sebelum menghilangkan seluruh premi risiko yang selama ini menopang harga minyak.

Untuk saat ini, investor akan terus mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dan kecepatan pemulihan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah yang akan menjadi penentu arah harga minyak dalam jangka pendek.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *