LINTAS BISNIS – Rimini Street, Inc. (Nasdaq: RMNI) meluncurkan Rimini Govern™ for AI, solusi terbaru yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola, mengamankan, memantau, dan mengukur penggunaan agen kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan.
Solusi tersebut melengkapi portofolio Governance, Risk, and Compliance (GRC) Rimini Govern™ milik Rimini Street. Layanan ini tersedia 24 jam sehari, tujuh hari seminggu sepanjang tahun melalui Global Command Centers Rimini Street dan didukung oleh tim insinyur AI berpengalaman.
Rimini Govern for AI ditujukan untuk membantu organisasi mempercepat penerapan agen AI sekaligus mengurangi risiko operasional. Solusi ini juga memberikan visibilitas terhadap aktivitas agen AI, menyediakan kemampuan audit, mengendalikan biaya operasional, serta membantu perusahaan mengukur nilai bisnis dan return on investment (ROI) dari investasi AI.
Melalui platform kontrol operasional terpusat, perusahaan dapat memantau aktivitas agen, alur kerja, insiden keamanan, status kepatuhan, metrik kinerja, hingga biaya yang dikeluarkan untuk operasional AI.
Sistem tersebut juga memastikan agen AI hanya menjalankan aktivitas yang telah mendapatkan izin dan menyelesaikan alur kerja yang telah disetujui. Kontrol keamanan, tata kelola, dan kepatuhan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan perusahaan.
“Dengan Rimini Govern for AI, organisasi kini dapat menerapkan dan memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri dan aman,” ujar Seth Ravin, CEO Rimini Street.
Menurutnya, kemampuan pengawasan, kendali, visibilitas, dan pengukuran menjadi semakin penting bagi perusahaan yang ingin mempercepat adopsi AI sekaligus mengukur ROI dan menghasilkan nilai bisnis.
Sementara itu, R “Ray” Wang, CEO Constellation Research, menilai perusahaan yang mulai beralih dari tahap eksperimen AI menuju penerapan berskala enterprise membutuhkan fondasi tata kelola dan kontrol yang kuat.
“Pelanggan menginginkan solusi AI yang menyediakan fondasi terpusat bagi perusahaan untuk mengamankan, menjalankan, mengatur, dan mengukur efektivitas AI dalam skala besar,” kata Wang.
Kesenjangan Pengendalian Agen AI
Rimini Street melihat semakin luasnya penggunaan Agentic AI belum sepenuhnya diikuti kemampuan perusahaan dalam mengawasi operasional agen AI.
Sejumlah organisasi masih menghadapi persoalan seperti kurangnya visibilitas terhadap aktivitas agen, pemantauan yang terfragmentasi, tata kelola yang tidak seragam antarunit bisnis, hingga kesulitan mengukur kinerja, biaya, dan ROI agen AI.
Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara potensi Agentic AI dan kemampuan organisasi dalam mengendalikan operasionalnya di berbagai perangkat lunak, platform, dan sistem perusahaan.
Mengutip Gartner, Rimini Street menyebut bahwa pada 2027 sebanyak 40% perusahaan diprediksi akan menurunkan status atau menghentikan penggunaan agen AI otonom karena menemukan kesenjangan tata kelola setelah terjadinya insiden di lingkungan produksi.
Tiga Tahap Penerapan Rimini Govern for AI
Rimini Govern for AI dirancang agar dapat diterapkan dalam tiga fase utama, yakni perencanaan, implementasi, dan pengoperasian.
Pada tahap perencanaan, para ahli agen AI Rimini Street mengevaluasi tujuan penggunaan AI, tingkat kesiapan organisasi, prioritas tata kelola, serta kebutuhan roadmap. Proses ini didukung Rimini AI Readiness Assessment dan lokakarya Rimini AI Strategy and Roadmap.
Tahap berikutnya adalah implementasi. Rimini Street membantu klien mengidentifikasi agen AI di berbagai perangkat lunak, platform, dan sistem, sekaligus mengonfigurasi akses aman untuk mengelola aktivitas dan alur kerja agen.
Setelah itu, pada tahap pengoperasian, layanan diberikan secara real-time selama 24/7/365 oleh insinyur AI melalui Global Command Centers Rimini Street. Pemantauan sistem, keamanan, dan integrasi juga dilakukan secara berkelanjutan.
Ekosistem Layanan AI End-to-End
Rimini Govern for AI menjadi bagian dari portofolio layanan tata kelola, risiko, dan kepatuhan Rimini Street yang ditujukan untuk mendukung sistem dan perangkat lunak perusahaan yang bersifat mission-critical.
Layanan tersebut melengkapi Rimini Agentworks™ dan Rimini Agentic UX™ dalam membangun ekosistem layanan AI end-to-end.
Rimini Agentworks berfokus pada siklus hidup agen AI, mulai dari penentuan strategi, desain dan pembangunan agen, validasi interoperabilitas, pengujian fungsional dan keamanan, hingga sertifikasi kesiapan operasional.
Sementara itu, Rimini Agentic UX merupakan lapisan pengalaman pengguna berbasis AI yang diterapkan di atas sistem dan rilis ERP yang sudah ada. Solusi ini memungkinkan organisasi menghubungkan data, memperoleh wawasan, serta mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan AI.
Dengan rangkaian solusi tersebut, Rimini Street menargetkan organisasi dapat merancang, menerapkan, mengelola, dan mengoptimalkan agen AI secara lebih aman dan terukur di lingkungan perusahaan.
Informasi lebih lanjut mengenai Rimini Govern for AI dan layanan penilaian kesiapan serta strategi AI tersedia melalui situs resmi Rimini Street.










