Home / News / Bangkok Jadi Kota Workcation Terbaik Dunia 2026, Tokyo dan Barcelona Menyusul

Bangkok Jadi Kota Workcation Terbaik Dunia 2026, Tokyo dan Barcelona Menyusul

LintasBisnis.com – Bangkok dinobatkan sebagai kota workcation terbaik di dunia dalam edisi keempat Indeks “Work from Anywhere” (Bekerja dari Mana Saja) yang dirilis IWG. Tokyo dan Barcelona masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Indeks tahunan IWG mengukur sejumlah kota di dunia berdasarkan berbagai indikator yang mendukung aktivitas bekerja jarak jauh sembari bepergian. Faktor yang dinilai mencakup iklim, kecepatan internet broadband, akomodasi, transportasi, kuliner, budaya, hingga ketersediaan ruang kerja fleksibel.

Hasil tersebut sejalan dengan meningkatnya penerapan kebijakan Work from Anywhere (WFA), yang didukung sistem kerja hibrida serta semakin luasnya akses terhadap ruang kerja fleksibel di berbagai negara.

Pada edisi sebelumnya, Barcelona, Budapest, dan Tokyo menjadi tiga kota teratas. Namun, pada 2026, Bangkok berhasil mengambil posisi puncak.

10 Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

• Bangkok

• Tokyo

• Barcelona

• Porto

• Vancouver

• Budapest

• Naples

• Medellin

• Lisbon

• Seoul

Bangkok dinilai unggul sebagai destinasi global yang relatif terjangkau, memiliki konektivitas yang baik, serta menawarkan kombinasi antara kebutuhan profesional dan daya tarik wisata.

Tokyo dan Barcelona berada di posisi berikutnya, sementara Porto dan Vancouver melengkapi lima besar. Budapest, Naples, Medellin, Lisbon, dan Seoul juga masuk dalam daftar destinasi unggulan bagi pekerja yang ingin menggabungkan pekerjaan jarak jauh dengan perjalanan.

Keragaman daftar tersebut menunjukkan bahwa destinasi workcation kini tidak hanya mengandalkan daya tarik wisata. Konektivitas internet, transportasi, akomodasi, ruang kerja fleksibel, kuliner, budaya, dan gaya hidup menjadi faktor penting bagi pekerja untuk memperpanjang masa tinggal di suatu destinasi.

Kebijakan Work from Anywhere Semakin Diminati

Riset terbaru yang diprakarsai IWG menunjukkan 51% pekerja menyatakan perusahaan mereka telah menerapkan kebijakan Work from Anywhere.

Kebijakan tersebut juga dinilai memberikan dampak positif. Sebanyak 90% responden mengatakan WFA meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sedangkan 80% menyebut produktivitas mereka meningkat.

Fleksibilitas kerja juga mulai memengaruhi keputusan karier. Sebanyak 80% responden mengatakan kebijakan WFA dapat membuat tawaran pekerjaan baru menjadi lebih menarik. Bahkan, 62% mengaku bersedia mempertimbangkan pindah kerja untuk mendapatkan kebijakan WFA yang lebih baik.

Akses terhadap ruang kerja fleksibel juga menjadi pertimbangan penting. Sebanyak 38% responden menyebut ketersediaan ruang kerja fleksibel sebagai salah satu faktor utama ketika memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian.

Pekerja Mulai Memperpanjang Masa Liburan

Perubahan pola kerja juga berdampak pada cara pekerja melakukan perjalanan.

Hampir separuh atau 48% pekerja berencana memperpanjang masa liburan, termasuk perjalanan singkat, dengan tetap bekerja secara jarak jauh sepanjang 2026. Sebanyak 46% bahkan mengaku lebih terdorong melakukan hal tersebut dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren tersebut sudah mulai terlihat. Sebanyak 43% pekerja mengatakan pernah bekerja dari lokasi liburan tanpa menggunakan jatah cuti tahunan.

Kesejahteraan menjadi salah satu alasan utama. Sebanyak 54% responden mengatakan ingin memperpanjang perjalanan untuk menghindari kelelahan dan menjaga keseimbangan hidup.

Alasan lainnya adalah keinginan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman, yang dipilih 53% responden, serta memaksimalkan jatah cuti tahunan sebesar 52%.

Faktor biaya juga turut berperan. Sebanyak 51% responden mengatakan meningkatnya biaya hidup mendorong mereka memanfaatkan sistem kerja hibrida atau WFA untuk memperpanjang masa liburan.

Wi-Fi Andal Jadi Pertimbangan Utama

Konektivitas tetap menjadi faktor penting dalam menentukan destinasi workcation.

Sebanyak 38% responden menempatkan koneksi Wi-Fi yang andal sebagai prioritas utama ketika memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh. Faktor tersebut mengungguli akomodasi, makanan, dan transportasi berkualitas tinggi yang dipilih oleh 12% responden.

Sementara itu, biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih terjangkau akan mendorong 46% responden memperpanjang perjalanan sembari tetap bekerja secara jarak jauh.

Karyawan Butuh Panduan Workcation dari Perusahaan

Meski minat terhadap workcation meningkat, pekerja masih membutuhkan kepastian mengenai aturan bekerja dari lokasi lain.

Sebanyak 44% responden mengatakan akan lebih termotivasi memanfaatkan WFA saat bepergian jika mengetahui aktivitas tersebut tidak akan memengaruhi penilaian terhadap kinerja mereka.

Selain itu, 39% responden menginginkan panduan yang lebih jelas dari perusahaan mengenai penerapan WFA saat bepergian.

Executive Chairman sekaligus Founder IWG, Mark Dixon, mengatakan semakin banyak pekerja yang memperpanjang perjalanan dengan tetap bekerja secara jarak jauh atau memilih menjalani kehidupan sebagai digital nomad.

Menurut dia, sistem kerja hibrida dan teknologi berbasis cloud memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk bekerja dari berbagai lokasi, termasuk ruang kerja fleksibel dan pusat coworking di berbagai negara.

Dixon menilai tren tersebut akan terus berkembang seiring semakin banyak perusahaan menerapkan kebijakan kerja fleksibel dan WFA dalam jangka panjang, khususnya selama periode liburan.

Selain mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, fleksibilitas tersebut dinilai dapat membantu mengurangi kelelahan sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dalam mendukung pekerja dengan mobilitas tinggi, IWG juga memperluas kemitraan di sektor perjalanan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Hotels.com, bagian dari Expedia Group, yang memberikan status loyalitas Hotels.com Gold secara gratis untuk anggota IWG berbasis di Amerika Serikat dalam periode terbatas.

IWG saat ini memiliki lebih dari 5.000 lokasi ruang kerja fleksibel di lebih dari 120 negara. Jaringan tersebut memungkinkan pekerja mengakses ruang kerja profesional di berbagai destinasi ketika memilih untuk memperpanjang perjalanan sambil tetap bekerja.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *