Home / Bisnis / Mirae Asset: Pasar Domestik Masih Berpeluang Menguat pada Paruh Kedua 2026

Mirae Asset: Pasar Domestik Masih Berpeluang Menguat pada Paruh Kedua 2026

LintasBisnis.com – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat ruang penguatan pasar domestik masih terbuka pada paruh kedua 2026. Prospek tersebut didukung mulai meredanya tekanan eksternal terhadap Indonesia, pelemahan dolar AS, serta penguatan nilai tukar rupiah.

Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi otoritas untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, terutama inflasi, stabilitas nilai tukar, kredibilitas fiskal, serta kualitas pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan perhatian investor secara bertahap mulai bergeser dari risiko global menuju faktor domestik.

“Ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, tetapi dengan profil risiko yang semakin berimbang. Perhatian investor akan semakin bergeser pada kualitas pertumbuhan dan konsistensi kebijakan domestik, termasuk realisasi fiskal, perkembangan inflasi, serta efektivitas transmisi likuiditas ke sektor produktif,” ujar Rully di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurutnya, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi, kredibilitas fiskal, dan stabilitas nilai tukar akan semakin penting dalam menentukan arah pasar ke depan.

Di tengah perubahan kondisi pasar, sektor perbankan menjadi salah satu area yang perlu dicermati investor.

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nurkholis Syafruddin mengatakan likuiditas yang masih ketat, pertumbuhan kredit yang tetap kuat, serta perubahan kebijakan terkait reserve requirement mulai membentuk dinamika baru di industri perbankan.

“Meskipun terdapat deployment SAL sebesar Rp451 triliun, likuiditas perbankan diperkirakan masih tetap ketat seiring dengan kuatnya pertumbuhan kredit,” kata Nurkholis.

Ia menambahkan, perubahan ketentuan reserve requirement yang mulai berlaku pada September 2026 berpotensi memberikan dampak berbeda terhadap masing-masing bank.

Dengan kondisi likuiditas dan karakteristik permodalan yang berbeda, investor dinilai perlu lebih selektif dalam memilih saham perbankan yang memiliki ruang pertumbuhan lebih baik di tengah perubahan kondisi industri.

Seiring pasar yang semakin dinamis dan selektif, kebutuhan investor juga terus berkembang. Investor tidak hanya membutuhkan akses terhadap beragam produk investasi, tetapi juga solusi pengelolaan aset yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan jangka panjang.

Untuk menjawab perubahan tersebut, Mirae Asset Sekuritas memperkenalkan transformasi Wealth Management sebagai bagian dari perjalanan bisnis barunya.

Pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah dan mass affluent dinilai membuka peluang pasar yang semakin besar, seiring meningkatnya kebutuhan untuk mengelola keuangan, berinvestasi, dan mengembangkan aset secara lebih terarah.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tomi Taufan mengatakan transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

“Wealth Management tidak lagi hanya berbicara mengenai produk apa yang tersedia, tetapi dimulai dari memahami kebutuhan nasabah, kemudian menghadirkan solusi yang sesuai. Karena itu, kami mendorong perubahan dari pendekatan product-centric menjadi client-centric,” ujar Tomi.

Melalui pendekatan tersebut, Mirae Asset Sekuritas dapat menyesuaikan solusi dengan kebutuhan nasabah, mulai dari likuiditas, pendapatan, pertumbuhan aset, proteksi, diversifikasi, hingga perencanaan keuangan dan investasi global.

Transformasi Wealth Management Mirae Asset Sekuritas didukung lima pilar utama, yaitu Service, Product, Access, Global, dan Technology.

Kelima pilar tersebut mencakup layanan yang lebih personal, pilihan produk investasi yang beragam, serta akses yang lebih luas melalui platform M-STOCK dan 29 Office Education Mirae Asset Sekuritas di berbagai wilayah Indonesia.

Nasabah juga dapat memperoleh akses ke ekosistem investasi global Mirae Asset serta dukungan teknologi untuk memantau portofolio dan menyusun strategi investasi sesuai tujuan keuangan.

“Melalui transformasi Wealth Management ini, kami ingin membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah untuk memberikan layanan dan solusi yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Tomi.

Dengan dukungan jaringan nasional, ekosistem global, produk yang beragam, dan teknologi, Mirae Asset Sekuritas menargetkan dapat membantu nasabah mengelola sekaligus mengembangkan aset secara lebih terarah.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *