Home / News / AITTA DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal dan Rakerda I, Dorong Transformasi Digital dan Inovasi Industri Travel

AITTA DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal dan Rakerda I, Dorong Transformasi Digital dan Inovasi Industri Travel

LINTAS BISNIS – Aliansi Industri Tour & Travel (AITTA) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dengan mengusung tema “Transformasi Digital dan Inovasi Berkelanjutan untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Biro Perjalanan Wisata.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pelaku industri perjalanan wisata untuk memperkuat kolaborasi serta merumuskan strategi menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.

Ketua AITTA DKI Jakarta, Djohari Somad, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat dihindari oleh pelaku usaha travel.

“Pelaku industri tidak lagi memiliki pilihan selain beradaptasi dengan digitalisasi, baik dalam aspek promosi maupun sistem operasional, seperti pemasaran, accounting, dan pembukuan,” ujar Djohari Di Hotel Arya Duta Jakarta, Selasa (14/04).

Ia menambahkan, masih banyak pelaku usaha yang menggunakan metode konvensional, sementara kompetitor baru mampu bergerak lebih cepat melalui pemanfaatan platform digital, khususnya media sosial.

Selain digitalisasi, AITTA juga mendorong inovasi produk wisata sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing. Beberapa potensi yang mulai dikembangkan antara lain paket wisata bagi segmen pensiunan, wisata kuliner, serta paket perjalanan tematik.

Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan kapasitas anggota, AITTA DKI Jakarta secara rutin menyelenggarakan pelatihan inovasi setiap bulan di berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.

Dalam hal keanggotaan, AITTA menekankan pentingnya kualitas dibandingkan kuantitas. Saat ini, tercatat sekitar 400 pelaku usaha travel di Jakarta telah tersertifikasi.

“Kami ingin memastikan bahwa organisasi ini diisi oleh pelaku usaha yang profesional dan memiliki standar kualitas yang baik,” tambahnya.

AITTA juga menyoroti pentingnya optimalisasi potensi wisata lokal, khususnya Kepulauan Seribu, yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal dalam paket perjalanan wisata.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, pelaku industri diharapkan mampu beradaptasi melalui pengelolaan biaya yang lebih efektif, penyesuaian harga yang kompetitif, serta peningkatan kualitas layanan.

Melalui kegiatan ini, AITTA DKI Jakarta berharap dapat memperkuat kesiapan industri biro perjalanan wisata dalam menghadapi perubahan serta meningkatkan kontribusi terhadap sektor pariwisata nasional.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *