LINTAS BISNIS — Membawa banyak gadget saat bepergian kerap diikuti persoalan sederhana tetapi merepotkan: keterbatasan stopkontak dan perbedaan bentuk colokan listrik di setiap negara.
Persoalan itu kini coba disederhanakan Anker melalui Nano Travel Adapter (5-in-1, 20W). Perangkat ini menggabungkan empat tipe colokan internasional sekaligus lima koneksi untuk perangkat elektronik dalam satu bodi berukuran ringkas.
Travel adapter tersebut mendukung colokan Type A, Type C, Type G, dan Type I yang digunakan di berbagai negara. Menurut informasi resmi Anker, kombinasi tersebut memungkinkan perangkat digunakan di hingga 146 negara.
Bukan sekadar adaptor colokan, Nano Travel Adapter juga dilengkapi satu AC outlet, dua USB-C, dan dua USB-A. Konfigurasi tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan hingga lima perangkat secara bersamaan.
Artinya, wisatawan yang membawa smartphone, smartwatch, earbuds, tablet hingga kamera tidak harus membawa banyak adaptor atau charger terpisah ketika mencari sumber listrik di hotel.
Salah satu port USB-C menawarkan output hingga 20W. Berdasarkan pengujian internal Anker, daya tersebut dapat mengisi baterai iPhone 16 hingga 50 persen dalam sekitar 28 menit.
Sementara itu, port USB-C kedua mendukung output hingga 15W dan masing-masing USB-A hingga 12W. Ketika beberapa perangkat digunakan secara bersamaan, distribusi daya akan menyesuaikan konfigurasi perangkat yang terhubung.
“Ketika bepergian, semakin sedikit perangkat yang perlu dibawa akan semakin memudahkan pengguna. Namun pada saat yang sama, kebutuhan daya justru semakin besar karena kita membawa smartphone, smartwatch, earbuds dan berbagai perangkat lainnya,” ujar Country Director Anker Innovations Indonesia Flame Xia.
Empat Standar Colokan dalam Satu Perangkat
Perbedaan standar colokan menjadi salah satu persoalan yang sering dihadapi wisatawan internasional. Colokan yang umum digunakan di Indonesia belum tentu dapat langsung digunakan pada stopkontak di negara tujuan.
Nano Travel Adapter menyediakan Type A yang antara lain digunakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Type C banyak ditemukan di Eropa dan sejumlah negara lainnya.
Sementara Type G umum digunakan di Inggris serta sejumlah negara Asia, sedangkan Type I antara lain digunakan di Australia dan China.
Dengan empat pilihan tersebut, pengguna tidak perlu membawa adaptor berbeda untuk setiap negara yang dikunjungi.
Ringkas untuk Dibawa ke Mana-mana
Selain fleksibilitas koneksi, ukuran menjadi bagian lain yang ditawarkan Anker.
Nano Travel Adapter diklaim 43 persen lebih kecil dibandingkan model sejenis yang menjadi pembanding Anker. Kaki colokannya juga dapat dilipat dan ditarik kembali ke dalam bodi sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam tas perjalanan.
Dimensinya sekitar 3,39 × 1,97 × 0,98 inci dengan bobot sekitar 107 gram.
Perangkat ini juga dilengkapi sejumlah sistem perlindungan, termasuk pengendalian temperatur dan perlindungan terhadap hubungan arus pendek.
Namun, pengguna perlu memahami bahwa travel adapter bukan voltage converter. Nano Travel Adapter tidak mengubah tegangan listrik dari negara tujuan.
Karena itu, sebelum menggunakan AC outlet, pengguna tetap perlu memeriksa spesifikasi input perangkat elektronik yang akan dihubungkan. Sebagian charger smartphone dan laptop modern mendukung rentang 100–240V, tetapi kompatibilitas tetap perlu dipastikan pada masing-masing perangkat.
“Tujuan kami adalah membuat kebutuhan charging selama perjalanan menjadi lebih sederhana. Pengguna cukup membawa satu perangkat untuk menghadapi berbagai tipe stopkontak sekaligus mengisi beberapa gadget yang mereka gunakan sehari-hari,” kata Flame.
Anker Nano Travel Adapter (5-in-1, 20W) tersedia melalui kanal online resmi Anker Indonesia, termasuk Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.
Perangkat tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp350 ribuan.









