LINTAS BISNIS — GAKESLAB Business Forum (GBF) 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan industri alat kesehatan dengan rumah sakit dan mitra strategis. Forum ini juga memperluas manfaatnya melalui program edukasi dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Dalam rangkaian GBF 2026, GAKESLAB DKI Jakarta menggelar dua workshop klinis, yakni Workshop Respiratory Support melalui kolaborasi perdana dengan Departemen Emergensi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta Integrated Critical Care Nursing Management Workshop bersama HIPERCCI DKI Jakarta.
Kedua kegiatan tersebut menggabungkan pengetahuan klinis, pembelajaran praktis, serta pengenalan teknologi alat kesehatan melalui sesi skill station.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi dari para tenaga ahli, tetapi juga berkesempatan mencoba dan memahami penggunaan perangkat kesehatan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan di rumah sakit.
Kolaborasi GAKESLAB dan Departemen Emergensi RSCM
Workshop Respiratory Support menjadi salah satu agenda unggulan GBF 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi perdana GAKESLAB DKI Jakarta dengan Departemen Emergensi RSCM dan diikuti kalangan dokter rumah sakit.
Workshop difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan dukungan pernapasan bagi pasien dengan kondisi kegawatan.
Dewan Penasehat GAKESLAB DKI Jakarta, dr. Yan Herman, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan industri alat kesehatan.
Sementara itu, Kepala Departemen Emergensi RSCM, Dr. dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm, mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Menurutnya, penanganan pasien emergensi membutuhkan kemampuan klinis yang cepat, tepat, dan terintegrasi. Pemahaman terhadap teknologi dan perangkat medis juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan.
Karena itu, pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik dinilai penting agar tenaga medis tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman menggunakan perangkat yang relevan dalam konteks klinis.
Pada sesi skill station, peserta mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai teknologi respiratory support yang digunakan dalam praktik.
Kegiatan ini didukung tiga mitra strategis GAKESLAB DKI Jakarta, yakni PT Cipta Varia Kharisma Utama untuk ventilator invasif, PT Graha Ismaya untuk ventilator non-invasif, serta PT Fisher & Paykel Healthcare Indonesia untuk teknologi High Flow Nasal Cannula (HFNC).
Fokus Pengelolaan Pasien Kritis
Workshop kedua, Integrated Critical Care Nursing Management Workshop, menyasar tenaga keperawatan rumah sakit dengan fokus pada penguatan kompetensi dalam pengelolaan pasien kritis secara terintegrasi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi GAKESLAB DKI Jakarta dengan HIPERCCI DKI Jakarta.
Wakil Ketua I GAKESLAB DKI Jakarta, Josephine Marpaung, menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara industri, rumah sakit, dan organisasi profesi dapat menjadi salah satu cara memperkuat kualitas pelayanan kesehatan.
Hal senada disampaikan Ketua HIPERCCI DKI Jakarta, Hendrik, S.Kp. Ia menilai peningkatan kompetensi perawat, khususnya dalam penanganan pasien kritis, membutuhkan pembelajaran berkelanjutan yang tidak berhenti pada teori.
Melalui sesi skill station, peserta mendapatkan pembelajaran praktis pada sejumlah area penting dalam pengelolaan pasien kritis, meliputi airway, ventilator, hemodynamic, dan cairan.
Kegiatan ini turut didukung mitra strategis GAKESLAB DKI Jakarta, yakni PT Binabakti Niagaperkasa, PT Dwiasri Graha, PT Kalmed Sejahtera Indonesia, dan PT Global Medik Persada.
Keterlibatan industri memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat teknologi serta perangkat alat kesehatan yang dapat mendukung kebutuhan praktik klinis.
Dorong Ekosistem Kesehatan yang Kolaboratif
Dua workshop tersebut menunjukkan bahwa GBF 2026 tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis industri alat kesehatan.
GAKESLAB DKI Jakarta juga berupaya memperluas kontribusinya melalui edukasi, peningkatan kompetensi, dan penguatan jejaring antara industri, rumah sakit, organisasi profesi, serta tenaga kesehatan.
Kolaborasi dengan Departemen Emergensi RSCM dan HIPERCCI DKI Jakarta menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan klinis di lapangan dapat diterjemahkan menjadi program pembelajaran yang lebih aplikatif.
Bagi GAKESLAB DKI Jakarta, industri alat kesehatan tidak hanya berperan sebagai penyedia produk. Industri juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara tepat sekaligus mendukung pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.
GAKESLAB DKI Jakarta berharap kolaborasi dengan Departemen Emergensi RSCM dan HIPERCCI DKI Jakarta dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi, pengembangan kompetensi, serta kegiatan kolaboratif lainnya.
GAKESLAB juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, peserta, serta seluruh mitra strategis dan perusahaan anggota yang mendukung pelaksanaan kedua workshop tersebut.










