Home / Energi / Harga Minyak Dunia Melonjak, Gangguan Ekspor Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Harga Minyak Dunia Melonjak, Gangguan Ekspor Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan Global

LintasBisnis.com — Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Selasa (15/9/2026), setelah gangguan ekspor minyak Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap pasokan global. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) bahkan mencatat level penutupan tertinggi sejak Mei.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent ditutup naik US$3,07 atau sekitar 2,99 persen menjadi US$108,75 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI melonjak US$4,44 atau sekitar 4,39 persen menjadi US$105,83 per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah sumber industri pelayaran menyebut pemuatan minyak mentah di pusat ekspor Arab Saudi di Yanbu, Laut Merah, dihentikan. Riyadh juga membatalkan sejumlah pengiriman minyak kepada pelanggan di Eropa.

Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran pasar bahwa gangguan terhadap salah satu jalur ekspor penting Arab Saudi dapat berlangsung selama beberapa pekan.

Pelabuhan Yanbu kini memiliki peran semakin penting dalam distribusi minyak global setelah konflik AS-Israel dengan Iran mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, jalur strategis tersebut menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Arab Saudi kemudian mengandalkan East-West Pipeline sepanjang sekitar 1.200 kilometer untuk mengalirkan minyak dari wilayah timur menuju Yanbu di pesisir barat. Infrastruktur tersebut memungkinkan minyak diekspor melalui Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Namun, serangan terhadap East-West Pipeline pada Jumat memaksa Arab Saudi menghentikan jalur ekspor tersebut. Serangan lanjutan pada Senin semakin meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai keberlangsungan pasokan minyak dari negara tersebut.

Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow mengatakan, pembatalan sejumlah pengiriman minyak Arab Saudi ke Eropa memperkuat ekspektasi bahwa kilang-kilang Eropa akan mencari pasokan alternatif, termasuk dari Amerika Serikat.

Menurut dia, kondisi tersebut turut mendorong harga WTI naik lebih cepat dibandingkan Brent. Investor membeli kontrak WTI karena memperkirakan gangguan ekspor minyak Arab Saudi dapat berlangsung lebih lama.

Tekanan terhadap pasokan global juga datang dari Libya. National Oil Corporation (NOC) mengatakan operasi di tiga ladang minyak dihentikan setelah anggota Petroleum Facilities Guard menutup katup pada jalur pipa ekspor minyak Hamada-Zawiya.

NOC bahkan memperingatkan kemungkinan menyatakan kondisi force majeure apabila katup tersebut tetap tertutup atau gangguan meluas ke ladang minyak lainnya.

Sementara itu, serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dan Ukraina turut mendorong harga produk bahan bakar di Amerika Serikat. Kontrak berjangka diesel AS dan margin diesel mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa.

Ekonom senior iklim dan komoditas Capital Economics Hamad Hussain mengatakan, serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dapat memengaruhi ekspektasi investor terkait tingkat keparahan dan durasi konflik.

Goldman Sachs memperkirakan waktu perbaikan jalur pipa Saudi dapat berlangsung mulai dari beberapa hari hingga delapan pekan. Jika gangguan berlangsung lama, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent berpotensi menembus US$120 per barel.

Namun, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan aliran minyak melalui East-West Pipeline Arab Saudi diperkirakan dapat kembali normal dalam hitungan hari.

Di sisi lain, lalu lintas kapal komoditas melalui Selat Hormuz juga menunjukkan penurunan. Berdasarkan data awal Kpler, jumlah kapal komoditas yang melintas di jalur strategis tersebut turun menjadi empat kapal pada Senin, dari 10 kapal sehari sebelumnya.

Perkembangan tersebut membuat pasar minyak global masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait durasi gangguan infrastruktur energi dan kemampuan negara-negara produsen serta konsumen untuk mengalihkan pasokan melalui jalur alternatif.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *