Home / Finansial / Rupiah Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed

LintasBisnis.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026). Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika dolar AS bertahan di level tinggi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah melemah 36 poin atau 0,20% ke level Rp17.730 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa (15/9/2026), rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,15% ke level Rp17.694 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sejalan dengan penguatan dolar AS di pasar global. Dikutip dari Reuters, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan terhadap sejumlah mata uang utama menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.

Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi tersebut telah diperhitungkan sekitar 90% oleh pasar, sehingga kenaikan suku bunga sesuai perkiraan dinilai hanya akan memberikan dorongan moderat terhadap dolar AS.

” Kenaikan 25 basis poin sudah sekitar 90% diperhitungkan, yang menyiratkan bahwa dolar akan menerima dorongan moderat jika The Fed menaikkan suku bunga,” ujar Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

Menurut Kong, terdapat kemungkinan kecil dolar AS melemah apabila The Fed menaikkan suku bunga tetapi Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan sinyal yang meredam ekspektasi kenaikan lanjutan dalam konferensi pers.

Sebaliknya, apabila The Fed tidak menaikkan suku bunga, dolar AS diperkirakan dapat mengalami tekanan cukup tajam, dengan potensi penurunan lebih dari 1%.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,12% ke level 99,725.

Di pasar valuta asing, euro berada di sekitar US$1,1535 per dolar AS, tidak jauh dari level terendah dalam sebulan di US$1,1523 yang tercatat pada Senin.

Poundsterling Inggris berada di level US$1,3470 per dolar AS. Sementara itu, dolar Australia relatif stabil di sekitar US$0,7126.

Dolar Selandia Baru menyentuh level terendah dalam dua bulan di US$0,5749 pada perdagangan pagi di Asia. Adapun yen Jepang berada di level 155,43 per dolar AS, yang merupakan level terendah dalam sepekan.

Perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada keputusan The Fed serta pernyataan Kevin Warsh mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga petunjuk mengenai kemungkinan kebijakan lanjutan bank sentral AS.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *