PPKM Darurat Tidak Langsung Menurunkan Kasus Covid-19

LINTAS BISNIS – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono tegaskan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)darurat merupakan salah satu instrumen penting melihat lonjakan kasus Covid-19 yang eksponensial. Terutama akibat masuknya varian baru Delta dari India.

Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat tidak akan serta merta langsung menurunkan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di lapangan.

“Ini yang perlu dikomunikasikan ke publik. Karena adanya masa inkubasi sebelum PPKM Darurat diberlakukan, maka penurunan kasus baru akan terjadi atau terlihat pada 7 sampai 10 hari mendatang. Sekarang masih akan terus naik dan tentu kita antisipasi,” kata Dante saat Rapat Tingkat Menteri tentang Pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali dan Pelaksanaan Idul Adha 1442 H dengan Kementerian Koordiantor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dikutip dari siaran pers, Minggu (4/7/2021).

Ia pun menekankan, masyarakat dapat membatasi mobilitas termasuk menjelang dan saat Hari Raya Idul Adha.

Selain itu, dengan menambah jumlah testing juga diharapkan positivity rate bisa kurang dari 10% serta target jumlah tracing bisa mencapai 15 kontak erat per-1 kasus.

“Berbagai upaya terus kita lakukan, termasuk meningkatkan jumlah vaksinasi. Mudah-mudahan pada akhir masa term yang sekarang PPKM Darurat sampai 20 Juli ini kita akan bisa mencapai apa yang telah ditargetkan,” tandas Wamenkes.

Seperti yang diketahui, pemerintah saat ini menerapkan kebijakan PPKM darurat di Jawa-Bali sejak 3-20 Juli 2021.

Kebijakan ini dipilih mengingat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir melonak tajam.

Bahkan, Sabtu (3/7/2021), pertambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia hampir menyentuh angka 30 ribu kasus atau tepatnya 27.931 kasus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *