Home / News / Gol A Gong Kembali Dikukuhkan Jadi Duta Baca, Literasi Nasional Diperkuat

Gol A Gong Kembali Dikukuhkan Jadi Duta Baca, Literasi Nasional Diperkuat

LINTAS BISNIS – Gol A Gong kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) Tahun 2026. Penugasan kembali tersebut menjadi bagian dari komitmen Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam memperkuat budaya baca dan memperluas gerakan literasi yang kolaboratif serta berdampak di tengah masyarakat.

Program Duta Baca Indonesia merupakan salah satu program unggulan Perpusnas yang menghadirkan figur inspiratif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif meningkatkan kegemaran membaca. Melalui program ini, Perpusnas mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam membangun ekosistem literasi nasional.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengatakan penugasan kembali Gol A Gong merupakan langkah strategis untuk melanjutkan misi penguatan budaya baca di Indonesia.

“kami lanjutkan misinya karena ini adalah misi yang mulia,” ujar Aminudin.

Menurutnya, pengukuhan kembali Gol A Gong juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat sebagai DBI periode 2021–2025. Selama masa pengabdiannya, Gol A Gong dinilai aktif membangun jejaring gerakan literasi di berbagai daerah serta melibatkan banyak pihak dalam kegiatan pembudayaan membaca.

Aminudin menilai keberadaan figur seperti Gol A Gong sangat penting untuk menjaga semangat gerakan literasi di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi saat ini. Sosok penggerak literasi, katanya, harus mampu hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus membangun kolaborasi lintas komunitas.

“Beliau mampu menjangkau banyak kalangan, mulai dari Taman Bacaan Masyarakat, komunitas literasi, penulis, hingga pemerintah daerah melalui dinas perpustakaan,” katanya.

Pada 2026, Program Duta Baca Indonesia dijalankan melalui skema non-APBN. Meski demikian, Perpusnas berharap berbagai kegiatan pembudayaan kegemaran membaca tetap berjalan secara kreatif dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Saya berharap tugas ini bisa dikerjakan dengan tetap sepenuh hati walaupun pro bono,” tambah Aminudin.

Sementara itu, Gol A Gong mengaku tetap bersedia melanjutkan amanah sebagai Duta Baca Indonesia karena ingin memberi teladan bahwa gerakan literasi harus dilandasi kepedulian terhadap masyarakat.

“Gerakan literasi memang harus muncul dari hati. Persoalan insentif mungkin bonus. Saya ingin memberi contoh kepada Relawan Literasi Masyarakat bahwa kerja-kerja literasi harus dijalankan dengan kesungguhan. Sebab, menjadi berguna jauh lebih penting dari sekadar menjadi orang penting,” tuturnya.

Penulis yang dikenal aktif mengampanyekan budaya baca tersebut juga berharap program DBI maupun Relawan Literasi Masyarakat (Relima) dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang karena memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kapasitas literasi bangsa.

Menurutnya, perpustakaan dan gerakan literasi harus tetap berada di garis depan dalam menjawab tantangan rendahnya tingkat literasi masyarakat. Karena itu, para penggerak literasi didorong tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga meningkatkan kompetensi, konsistensi, dan jejaring kolaborasi di daerah masing-masing.

Gol A Gong juga menyoroti pentingnya membangun citra gerakan literasi di era digital agar keberadaan Relima semakin dikenal luas. Ia mendorong para relawan untuk mengembangkan pendekatan kreatif agar kegiatan literasi lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.

“Kalau kita di ruang publik, kita bisa ajarkan pemustaka tentang creative writing, kelas inspiratif, dan memoir. Jadi literasi itu dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gol A Gong memaparkan rencana kolaborasi penulisan buku bersama para Relima yang ditargetkan terbit pada peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Buku tersebut dirancang sebagai ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik baik gerakan literasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Gelar Wicara Literasi bertema “Relima 2026: Kolaborasi untuk Gerakan Literasi Berdampak”. Dalam sesi tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput.

Adin menjelaskan bahwa para penggerak literasi perlu membangun relasi dengan berbagai pihak, mulai dari dinas perpustakaan, dinas pendidikan, organisasi perangkat daerah, bunda literasi, hingga kepala daerah agar program bantuan perpustakaan dapat dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.

“Yang kita harapkan, kegiatan literasi itu benar-benar hidup di masyarakat dan memberikan dampak nyata melalui kolaborasi literasi yang berdampak,” pungkasnya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *