Home / Bisnis / Industri Alkes dan Rumah Sakit Bertemu di GBF 2026, Peluang Kolaborasi Makin Terbuka

Industri Alkes dan Rumah Sakit Bertemu di GBF 2026, Peluang Kolaborasi Makin Terbuka

LINTAS BISNIS – GAKESLAB DKI Jakarta mempertemukan industri alat kesehatan dengan jajaran rumah sakit dan tenaga kesehatan melalui Mini Exhibition GAKESLAB Business Forum (GBF) 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang interaksi langsung antara perusahaan alat kesehatan dengan pimpinan rumah sakit, dokter, perawat, serta pengguna produk di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebanyak 21 perusahaan dan institusi ambil bagian dalam Mini Exhibition tersebut. Para exhibitor membawa beragam produk, teknologi, dan solusi alat kesehatan yang diperkenalkan secara langsung kepada peserta GBF 2026.

Mini Exhibition merupakan bagian dari kolaborasi GAKESLAB DKI Jakarta dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) untuk memperkuat hubungan antara industri alat kesehatan dengan rumah sakit.

Berbeda dengan pameran berskala besar yang umumnya menyasar pengunjung secara luas, Mini Exhibition GBF 2026 dikemas lebih dekat dan interaktif. Perusahaan dapat berdialog langsung dengan pengguna maupun pengambil keputusan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Format tersebut membuka ruang diskusi yang lebih spesifik mengenai kebutuhan rumah sakit, tantangan di lapangan, perkembangan teknologi, hingga solusi alat kesehatan yang dapat mendukung pelayanan.

21 Perusahaan dan Institusi Ikut Berpartisipasi

Sebanyak 21 exhibitor berpartisipasi dalam Mini Exhibition GAKESLAB Business Forum 2026, yakni:

1. PT Fortace Diagnostics Indonesia
2. PT Demka Sakti
3. PT Abadinusa Usaha Semesta
4. PT Kreasi Usaha Sukses
5. PT Binabakti NiagaPerkasa
6. PT Vasimitra Niaga Perkasa
7. PT Sonna Medika Jaya
8. PT Dwiasri Graha
9. PT Jema Indo Mandiri
10. PT Cipta Varia Kharisma Utama
11. PT Elga Tama
12. PT Inovasi Medik Indonesia
13. PT Virtue Diagnostics Indonesia
14. PT Sinergi Medika Utama
15. PT Miconos
16. PT Kalmed Sejahtera Indonesia
17. PT Atra Widiya Agung
18. PT Graha Ismaya
19. PT Arra Medsains Indonesia
20. Universitas Diponegoro
21. PT Lapan Alpha Kirana

Kehadiran para exhibitor tersebut menunjukkan luasnya spektrum produk, teknologi, dan solusi yang berkembang di industri alat kesehatan.

Di sisi lain, keberagaman tersebut memberikan pilihan lebih luas bagi rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk mengenal perkembangan teknologi secara langsung dari perusahaan penyedia.

Mempertemukan Kebutuhan Rumah Sakit dengan Industri

Mini Exhibition juga menjadi sarana bagi peserta dari lingkungan ARSSI dan tenaga kesehatan untuk melihat produk secara langsung, mendapatkan penjelasan dari perusahaan, serta berdiskusi mengenai penerapannya dalam pelayanan kesehatan.

Bagi rumah sakit, forum semacam ini memberikan akses terhadap informasi produk dari sumbernya secara langsung. Interaksi tersebut sekaligus membuka komunikasi mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan dan tantangan yang dihadapi pengguna di lapangan.

Sementara bagi industri, pertemuan langsung dengan rumah sakit memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih konkret sekaligus memperluas jejaring bisnis dan potensi kolaborasi.

Melengkapi Ekosistem GBF 2026

Mini Exhibition menjadi salah satu bagian dari rangkaian GAKESLAB Business Forum 2026 yang sebelumnya menghadirkan sejumlah agenda strategis, termasuk CEO Meeting ARSSI serta workshop klinis bersama Departemen Emergensi RSCM dan HIPERCCI DKI Jakarta.

Setiap kegiatan memiliki peran berbeda dalam membangun ekosistem kolaborasi kesehatan.

CEO Meeting menjadi ruang dialog strategis bagi pimpinan rumah sakit, workshop menjadi sarana peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, sedangkan Mini Exhibition mempertemukan industri dengan rumah sakit dan pengguna alat kesehatan secara langsung.

Dengan konsep tersebut, GBF 2026 tidak hanya diarahkan sebagai forum bisnis, tetapi juga menjadi platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

GAKESLAB DKI Jakarta berharap pertemuan melalui Mini Exhibition dapat berlanjut pada terbentuknya jejaring yang lebih luas, peluang kerja sama, serta hubungan yang lebih dekat antara perusahaan alat kesehatan, rumah sakit, dan tenaga kesehatan.

Ke depan, kolaborasi yang terbangun melalui GBF 2026 diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret untuk mendukung pertumbuhan industri alat kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *