LINTAS BISNIS – Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) menetapkan lima agenda transformasi untuk memperkuat profesi pustakawan sekaligus meningkatkan manfaat organisasi bagi masyarakat.
Lima agenda tersebut menjadi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPI 2026 yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Semarang, Jawa Tengah, dengan mengusung tema “Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”.
Kelima agenda itu mencakup advokasi profesi, transformasi organisasi, sinergi pusat dan daerah, digitalisasi serta penguatan keanggotaan, dan penguatan ekosistem pengetahuan profesi.
Ketua Umum Pengurus Pusat IPI Joko Santoso mengatakan, lima agenda transformasi hasil Rakernas IPI dirumuskan dari berbagai rekomendasi yang berkembang selama pertemuan berlangsung.
“Hasil Rakernas selanjutnya harus diterjemahkan menjadi program dengan prioritas, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan ukuran keberhasilan yang jelas,” kata Joko saat menutup Rakernas IPI 2026, Rabu (7/10/2026).
Seanjutnya Joko menguraikan kelima agenda transformasi hasil Rakernas IPI 2026. Agenda transformasi pertama adalah advokasi profesi. IPI akan memperkuat perannya dalam memperjuangkan karier, jabatan, kesejahteraan, perlindungan, dan regulasi yang mendukung profesi pustakawan dengan menghimpun persoalan di berbagai jenis perpustakaan dan daerah, memperkuatnya dengan data, serta membawanya ke dalam dialog dengan pihak-pihak yang berwenang.
Agenda kedua adalah transformasi organisasi, termasuk merespons perkembangan kecerdasan artifisial atau AI. Menurut Joko, pembaruan AD/ART dan tata kelola organisasi perlu diarahkan untuk memperjelas peran, memperkuat akuntabilitas, serta meningkatkan kemampuan IPI dalam merespons kebutuhan anggota.
“Dalam menghadapi AI, pustakawan juga perlu memperkuat kompetensi dan menjaga etika profesi. Kita memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat melihat dan menilai informasi, memahami sumber pengetahuan, serta menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab,” kata Joko.
Agenda ketiga menitikberatkan pada sinergi pengurus pusat dan pengurus daerah. Joko menilai IPI akan semakin kuat apabila pusat dan daerah memiliki hubungan kerja yang erat, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang teratur, termasuk membuka ruang bagi aspirasi daerah dan berbagi praktik baik antardaerah.
Sementara itu, agenda keempat berupa digitalisasi dan penguatan keanggotaan melalui pembangunan basis data anggota, pengembangan kartu tanda anggota digital, serta mekanisme iuran yang mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. IPI juga ingin memastikan keanggotaan memberikan manfaat nyata berupa akses terhadap pengembangan kompetensi, jejaring profesional, informasi, ruang berbagi pengalaman, dan dukungan advokasi.
Agenda kelima adalah penguatan ekosistem pengetahuan profesi. Rakernas, Call for Papers, Call for Best Practices, prosiding, dan forum berbagi pengetahuan akan dikembangkan sebagai bagian dari sistem pengembangan profesi berkelanjutan agar semakin banyak pustakawan menulis, meneliti, mendokumentasikan praktik baik, dan mengembangkan layanan berbasis bukti.
Joko menekankan kelima agenda tersebut saling berkaitan dan harus berujung pada tindak lanjut yang terukur. “Karena itu, setelah Rakernas ini, kita perlu menerjemahkan rekomendasi ke dalam program yang memiliki prioritas, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan ukuran keberhasilan yang jelas,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, IPI menganugerahkan Anugerah Pustakawan Indonesia 2026 kepada Supriyono, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kebumen yang merupakan utusan Pengurus Daerah IPI Provinsi Jawa Tengah. Supriyono meraih nilai akhir 81,25 melalui inovasi “Kupu-Kupu Alam” setelah melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi dokumen administratif serta penilaian portofolio berbasis bukti.
Rakernas juga menetapkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tuan rumah Rakernas IPI 2027. Pemilihan tuan rumah dilakukan sebagai bagian dari upaya melibatkan pengurus daerah dalam menopang roda organisasi dan memberikan waktu persiapan yang lebih matang bagi penyelenggaraan Rakernas berikutnya.
Menutup Rakernas, Joko meminta seluruh jajaran IPI menjaga jejaring yang telah terbentuk dan membawa hasil pertemuan tersebut ke dalam kerja nyata di daerah masing-masing. “Terlibat dalam menjawab kebutuhan masyarakat, bersinergi dalam memperkuat profesi, dan berdampak melalui karya dan layanan yang nyata,” katanya.










