LINTAS BISNIS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengembangan program karbon biru dengan menggandeng Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat. Kemitraan ini diarahkan untuk mempercepat investasi, pengembangan teknologi, hingga akses ke pasar karbon internasional guna mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ekonomi biru Indonesia.
Direktorat Pengelolaan Kelautan KKP menjajaki pengembangan proyek karbon biru berintegritas tinggi bersama Rubicon Carbon. Kerja sama tersebut mencakup penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, serta pembukaan akses terhadap pasar karbon internasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan salah satu fokus utama pengembangan karbon biru saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak.
“Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta.
Selain restorasi mangrove, KKP juga mendorong penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut dengan memanfaatkan teknologi pemantauan untuk mengukur kondisi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan inventaris karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.
Sejalan dengan itu, KKP tengah merevisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor kelautan. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan proyek karbon biru yang memiliki kepastian hukum dan mampu menarik investasi.
Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji, menyatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi contoh global dalam pemulihan ekosistem mangrove.
“Kami melihat hal ini sebagai kepemimpinan sejati dalam memulihkan dan melestarikan mangrove. Kami berharap dapat mengembangkan proyek berskala lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia dan menjadikannya contoh kelas dunia yang dapat direplikasi di berbagai negara,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon Filipe Blackwood Oliveira menegaskan pihaknya berkomitmen menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh kemakmuran yang berkelanjutan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi hingga puluhan tahun ke depan. Kami hadir untuk memberikan dampak nyata,” katanya.
KKP menegaskan seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, karbon biru diharapkan menjadi instrumen strategis untuk mencapai target penurunan emisi Indonesia sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru.






