Home / Bisnis / Neobiz Resmi Luncurkan Business OS Berbasis AI, Layani Pelanggan hingga Pembayaran lewat WhatsApp

Neobiz Resmi Luncurkan Business OS Berbasis AI, Layani Pelanggan hingga Pembayaran lewat WhatsApp

LintasBisnis.com  – Neobiz resmi meluncurkan platform AI-native Business OS untuk bisnis di seluruh Indonesia. Melalui Neo, AI agent yang bekerja langsung di WhatsApp, pelaku usaha kini dapat melayani pelanggan, membuat booking, menyusun pesanan, menerima pembayaran, hingga menjalankan campaign tanpa harus berpindah aplikasi.

Langkah ini hadir di tengah tingginya penggunaan WhatsApp di Indonesia. Lebih dari 90 persen pengguna internet di Tanah Air menggunakan WhatsApp setiap bulan, sehingga platform tersebut menjadi salah satu kanal digital yang paling dekat dengan aktivitas masyarakat sekaligus menjadi kanal layanan pelanggan bagi banyak bisnis.

Namun, aktivitas setelah percakapan masih kerap dilakukan secara manual. Mulai dari mencatat pesanan, mengatur jadwal, menagih pembayaran, hingga mengirim pengingat kepada pelanggan biasanya membutuhkan beberapa sistem berbeda.

Founder dan CEO Neobiz, Jimmy Petrus, mengatakan Neobiz ingin mengubah WhatsApp dari sekadar kanal komunikasi menjadi ruang tempat pelanggan dapat menyelesaikan kebutuhannya.

“Setiap hari bisnis menerima banyak chat dari pelanggan. Masalahnya, terlalu banyak yang masih harus ditindaklanjuti secara manual,” ujar Jimmy Petrus.

Menurutnya, AI kini mulai berkembang dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari aktivitas operasional bisnis sehari-hari. Melalui Neo AI, Neobiz mengembangkan teknologi yang mampu memahami konteks, mengambil tindakan, dan menyelesaikan pekerjaan secara nyata.

“Ini memungkinkan bisnis dari berbagai skala untuk bekerja lebih efisien secara menyeluruh, sehingga mereka bisa mengalokasikan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk bertumbuh,” jelas Jimmy.

Satu Percakapan Bisa Langsung Menjadi Transaksi

Neo terhubung dengan platform bisnis Neobiz yang mencakup berbagai modul, mulai dari Campaign, Pesanan, Reservasi, Appointment, Kelas dan Lapangan, Membership, Loyalty, Invoice, hingga pembayaran.

Dengan integrasi tersebut, Neo tidak hanya membaca informasi, tetapi juga dapat menjalankan tindakan berdasarkan data dan aturan bisnis masing-masing perusahaan.

Pada bisnis bengkel otomotif, misalnya, Neo dapat mengenali kendaraan pelanggan berdasarkan riwayat sebelumnya, mengecek jadwal servis yang tersedia, membuat booking, hingga mengirimkan pengingat untuk servis berikutnya.

Sementara pada klinik kecantikan dan bisnis wellness, Neo dapat mengecek jadwal terapis, menahan slot appointment, serta mengirimkan permintaan deposit.

Untuk restoran dan kafe, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui percakapan biasa maupun voice note. Pesanan tersebut kemudian diteruskan ke alur operasional dapur dan kasir.

Neobiz menyasar berbagai kategori bisnis, termasuk retail, online commerce, restoran dan kafe, beauty dan wellness, olahraga dan fitness, klinik estetika, pendidikan, otomotif, serta berbagai bisnis jasa.

Neo bekerja berdasarkan data produk, riwayat pelanggan, serta aturan bisnis masing-masing perusahaan. Sistem ini juga dilengkapi guardrail. Jika permintaan pelanggan membutuhkan keputusan manusia, percakapan dapat dialihkan kepada staf dengan tetap membawa konteks percakapan sebelumnya.

VOX Research Rasakan Dampak Otomatisasi

Salah satu bisnis yang telah menggunakan Neo adalah VOX Research, toko spesialis audio otomotif. Menurut pemilik VOX Research, Fernan Septiadi, hampir seluruh pertanyaan pelanggan masuk melalui WhatsApp, mulai dari pertanyaan harga hingga pengaturan jadwal pemasangan.

“Kami pernah mencoba beberapa AI WhatsApp lain, dan balasannya selalu terasa seperti mesin yang membaca skrip,” ujar Fernan.

Menurutnya, Neo memberikan pengalaman yang lebih natural karena dapat menjawab sesuai konteks bisnis sekaligus menghubungkan percakapan dengan proses booking dan pembayaran.

“Neo menjawab layaknya tim kami sendiri. Karena booking dan pembayaran sudah menyatu di sistem yang sama, percakapan bisa langsung berakhir menjadi jadwal pemasangan,” katanya.

Fernan menambahkan, kemampuan Neo untuk merespons pelanggan di luar jam kerja juga memberikan manfaat bagi operasional bisnis.

“Neo tetap merespons tengah malam saat saya tidur. Buat saya itu yang paling terasa. Waktu saya sekarang bisa dipakai untuk memastikan kualitas pengerjaan audio, bukan untuk mengejar balasan di inbox,” tambahnya.

Klaim Implementasi Awal: Efisiensi hingga 80 Persen

Neobiz menyebut implementasi awal di berbagai kategori bisnis menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Merchant yang berpartisipasi melaporkan sejumlah capaian, antara lain hingga 98 persen pelanggan dapat terlayani, efisiensi biaya hingga 80 persen, serta peningkatan pendapatan sekitar 20–40 persen pada sejumlah implementasi.

Neobiz menegaskan bahwa hasil tersebut dapat berbeda bergantung pada karakteristik bisnis dan alur kerja yang dioptimalkan.

Dengan otomatisasi tersebut, bisnis dapat melayani lebih banyak pelanggan tanpa harus meningkatkan jumlah tim secara linear. Pada saat yang sama, pekerjaan administratif yang berulang dapat dikurangi.

Neobiz juga menghadirkan Neo Impact, fitur yang menghubungkan campaign dengan percakapan, booking, dan transaksi yang dihasilkan. Dengan demikian, bisnis dapat melihat kontribusi campaign hingga terhadap pendapatan, bukan hanya mengukur jumlah pesan yang dikirim.

Sementara Neo Insights membantu bisnis menemukan berbagai pola operasional, termasuk pelanggan yang mulai tidak aktif maupun kapasitas layanan yang belum optimal.

Resmi Berstatus Official Meta Tech Provider

Neobiz menyatakan telah berstatus sebagai Official Meta Tech Provider dan dibangun langsung di atas WhatsApp Business Platform.

Status tersebut memungkinkan layanan Neobiz berjalan menggunakan infrastruktur resmi WhatsApp untuk kebutuhan bisnis.

Selain melalui WhatsApp, pemilik dan tim bisnis juga dapat mengelola berbagai aktivitas melalui aplikasi web Neobiz, termasuk inbox, booking, pesanan, data pelanggan, membership, loyalty, campaign, hingga laporan.

Dibangun Pendiri iSeller

Neobiz dibangun oleh founding team yang sebelumnya mendirikan iSeller Commerce dan memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam membangun teknologi commerce berbasis SaaS di Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi pendekatan Neobiz dalam mengembangkan AI untuk berbagai industri.

Menurut Neobiz, membangun teknologi untuk bengkel, klinik estetika, bisnis fitness, restoran, maupun sektor lainnya membutuhkan pemahaman mengenai cara setiap bisnis mengatur kapasitas, menentukan harga layanan, menangani deposit, serta mengelola operasional.

“Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah,” ujar Jimmy.

Tidak Perlu Mengganti Sistem Lama

Neobiz juga dirancang agar bisnis tidak harus mengganti sistem yang sudah digunakan.

Platform tersebut dapat terintegrasi dengan POS, payment gateway, sistem akuntansi, ERP, CRM, serta sistem logistik melalui API dan webhook.

Dengan pendekatan tersebut, bisnis dapat mengadopsi AI secara bertahap tanpa harus melakukan migrasi sistem secara menyeluruh.

Platform Neobiz mulai tersedia untuk bisnis di Indonesia hari ini melalui neobiz.id. Ke depan, perusahaan berencana memperluas layanannya ke kawasan Asia Tenggara.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *