Home / Bisnis / Investor Kembali Masuk, Bank Mandiri Sebut Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Investor Kembali Masuk, Bank Mandiri Sebut Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

LINTAS BISNIS – Bank Mandiri menilai penguatan nilai tukar rupiah dan rebound Indeks Harga Saham Gabungan dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan membaiknya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut didorong oleh koordinasi yang semakin erat antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan kehadiran aktif pemerintah bersama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar menjadi faktor utama yang memperbaiki sentimen pelaku pasar.

“Penguatan rupiah dan rebound IHSG dipengaruhi oleh koordinasi fiskal dan moneter yang solid, serta langkah-langkah kebijakan yang nyata di lapangan,” ujar Andry.

Dari sisi domestik, perbaikan kurva imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor panjang, dinilai berhasil menarik kembali minat investor asing ke pasar obligasi. Dalam dua pekan terakhir, pasar obligasi Indonesia kembali mencatat arus modal masuk (inflow) setelah sebelumnya mengalami outflow secara year-to-date. Kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik.

Di sisi fiskal, kebijakan refocusing dan realokasi anggaran pemerintah ke sektor-sektor produktif seperti transportasi, logistik, telekomunikasi, digitalisasi, serta dukungan bagi UMKM dinilai mampu meningkatkan efektivitas belanja negara. Langkah tersebut diyakini memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas pasar melalui intervensi terukur di pasar valuta asing, peningkatan pasokan devisa hasil ekspor, serta optimalisasi mekanisme Local Currency Transaction (LCT). Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan penggunaan rupiah dalam perdagangan internasional dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Dari eksternal, meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak dunia ke bawah US$80 per barel turut memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, Bank Mandiri mengingatkan pasar tetap mewaspadai potensi volatilitas apabila Federal Reserve kembali mengisyaratkan pengetatan suku bunga yang berpotensi menguatkan dolar AS.

Meski masih dibayangi risiko global, Bank Mandiri menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5%, inflasi diperkirakan tetap terkendali sesuai target Bank Indonesia, sementara cadangan devisa sekitar US$144–145 miliar dinilai cukup untuk menopang stabilitas nilai tukar karena mampu membiayai lebih dari lima bulan impor.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan sektor transportasi, logistik, makanan dan minuman, perdagangan, serta telekomunikasi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, sektor pertanian dan manufaktur dinilai memiliki peluang besar untuk dipacu melalui insentif fiskal dan pembiayaan yang tepat sasaran guna meningkatkan produktivitas dan ekspor.

Andry menegaskan, keberlanjutan reformasi struktural dan percepatan proyek-proyek prioritas akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum ekonomi. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai berpotensi melampaui 5,5% secara berkelanjutan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *