Home / News / Didin Yuniardi Bekali Talenta Muda Bank Kalsel Hadapi Dunia Kerja Lintas Generasi

Didin Yuniardi Bekali Talenta Muda Bank Kalsel Hadapi Dunia Kerja Lintas Generasi

LintasBisnis.com — Memasuki dunia kerja, kemampuan teknis saja tidak cukup. Cara berkomunikasi, melayani customer, membangun relasi, hingga beradaptasi dengan rekan kerja dari berbagai generasi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki talenta muda.

Hal tersebut menjadi pesan utama Didin Yuniardi, SE, MM, trainer sekaligus motivator yang telah 34 tahun berkecimpung di industri perbankan, saat memberikan pembekalan kepada peserta Bank Kalsel Talenta (BAKAT) Angkatan 23, Sabtu (19/9/2026).

Didin hadir dalam rangkaian On Boarding Program BAKAT Angkatan 23 yang digelar Bank Kalsel bekerja sama dengan Lembaga Training Entri Multi Solusi (EMS) di Aksel University – Bank Kalsel, Banjarmasin.

Mengangkat tema “Hospitality Skill Cara Milenial dan Gen Z dalam Menghadapi Dunia Kerja”, Didin mengajak 24 peserta terpilih untuk melihat dunia kerja dari sisi yang lebih luas.

Menurut Didin, generasi muda yang memasuki industri perbankan tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan customer, rekan kerja maupun pimpinan.

Pengalaman 34 Tahun Jadi Bekal Berbagi
Pengalaman panjang Didin di industri perbankan menjadi salah satu kekuatan dalam penyampaian materi. Berbagai situasi yang dapat muncul di lingkungan kerja dikemas menjadi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta.

Dengan pendekatan fun, enjoy, happy, dan menggugah hati, Didin membawa peserta mengikuti berbagai simulasi dan situasi yang menggambarkan dinamika ketika bekerja dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda.

Peserta tidak hanya diajak memahami bagaimana memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga bagaimana mengendalikan respons, membangun komunikasi efektif, dan tetap profesional ketika menghadapi situasi yang tidak selalu mudah.

Ketika Empat Generasi Bertemu di Kantor
Salah satu isu yang ditekankan Didin adalah dinamika lingkungan kerja lintas generasi.

Dalam satu perusahaan, karyawan dapat berasal dari Baby Boomer, Generasi X, Milenial, hingga Gen Z. Perbedaan usia tersebut tentu dapat membawa perbedaan pola komunikasi, kebiasaan, cara bekerja, hingga cara memandang sebuah persoalan.

Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi generasi muda.

Didin mendorong peserta untuk memiliki keterbukaan hati dan pola pikir yang toleran. Perbedaan karakter tidak semestinya menjadi penghalang dalam bekerja sama, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membangun lingkungan kerja yang nyaman dan produktif.

Konteks generasi yang dibahas dalam pelatihan meliputi Pre Boomer, Baby Boomer (1946–1964), Generasi X (1965–1980), Generasi Y atau Milenial (1981–1996), Generasi Z (1997–2012), hingga Post Gen Z atau Gen Alfa mulai 2013.

Didin: Pelayanan Dimulai dari Cara Berinteraksi
Pelatihan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WITA tersebut juga menempatkan hospitality sebagai bagian penting dalam membangun pengalaman positif.

Bagi peserta BAKAT, kemampuan melayani bukan hanya tentang memberikan jawaban kepada customer. Cara menyapa, mendengarkan, merespons, serta memahami kebutuhan orang lain menjadi bagian dari kualitas pelayanan.

Melalui materi yang disampaikan secara interaktif, Didin mengajak peserta memahami bahwa setiap interaksi dapat meninggalkan kesan.

Hal itu berlaku ketika berhadapan dengan customer maupun saat berkomunikasi dengan sesama karyawan dan pimpinan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pembelajaran yang tidak hanya berguna untuk pekerjaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka juga berharap kehadiran Didin Yuniardi dapat kembali mewarnai pelatihan-pelatihan berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut, EMS turut diwakili oleh Aulia Salma Fauziyah.

Melalui pembekalan yang diberikan Didin Yuniardi, program BAKAT Angkatan 23 diharapkan tidak sekadar menghasilkan peserta magang yang memahami dunia perbankan, tetapi juga generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi, pelayanan, adaptasi, dan profesionalisme.

Bank Kalsel sendiri terus mengembangkan program BAKAT sebagai wadah bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman langsung di industri perbankan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Entri Multi Solusi (EMS) merupakan lembaga training yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di bidang perbankan dan pelayanan, dengan menghadirkan trainer berpengalaman di industrinya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *