Home / Bisnis / Harga Emas Bergejolak, Bank Sentral Rusia, Pakistan, dan Turki Pangkas Cadangan

Harga Emas Bergejolak, Bank Sentral Rusia, Pakistan, dan Turki Pangkas Cadangan

LINTAS BISNIS – Konflik AS-Iran yang terus memanas sepanjang 2026 memberikan tekanan terhadap pengelolaan cadangan emas sejumlah negara. Ketidakpastian di pasar keuangan dan lonjakan harga energi membuat beberapa bank sentral memilih menjual sebagian cadangan emas mereka.

Mengutip Kitco News, Jumat (24/7/2026), Dana Minyak Negara Azerbaijan (SOFAZ) memutuskan menghentikan penjualan emas pada kuartal II 2026. Hingga akhir Juni 2026, SOFAZ memiliki cadangan emas sebesar 178,1 ton, yang menyumbang 31,4 persen dari total portofolio investasinya.

SOFAZ menyatakan konflik AS-Iran yang dimulai pada kuartal pertama 2026 telah meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan energi dunia sehingga memengaruhi berbagai instrumen investasi.

Meski sebagian besar instrumen keuangan kembali mencatatkan kinerja positif pada kuartal kedua, emas justru memberikan kontribusi negatif terhadap total aset yang dikelola.

Sementara itu, Bank Negara Pakistan (SBP) melaporkan cadangan emas negara tersebut turun lebih dari 11,4 persen dari Mei ke Juni 2026. Nilai cadangan emas Pakistan kini berada di US$8,39 miliar, turun dari US$9,47 miliar pada bulan sebelumnya.

Meski mengalami penurunan bulanan, nilai tersebut masih lebih tinggi 22,6 persen dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar US$6,84 miliar.

Di sisi lain, total cadangan devisa SBP yang memperhitungkan kewajiban forward dan swap justru meningkat menjadi US$18,5 miliar pada Juni 2026 dari US$17,27 miliar pada Mei.

Laporan tersebut menyebutkan kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran telah memaksa sejumlah negara berkembang mengubah strategi pengelolaan cadangan emas. Sebagian menghentikan pembelian emas, sementara negara lain menjual cadangan emas untuk membiayai impor energi atau mempertahankan stabilitas mata uang.

Sebelumnya, Bank Sentral Turki mengumumkan cadangan emasnya berkurang lebih dari 118 ton pada Maret 2026. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak 2013 karena pemerintah berupaya menopang nilai tukar lira.

Hal serupa juga terjadi di Rusia. Bank Sentral Rusia (CBR) tercatat menjual sebagian cadangan emasnya di tengah tekanan defisit anggaran akibat perang Ukraina dan sanksi internasional.

Data per 20 Juli 2026 menunjukkan cadangan emas Rusia telah berkurang sekitar 1,4 juta ons atau setara 43,5 ton sejak awal tahun.

Saat ini Rusia masih memiliki sekitar 73,4 juta ons troy atau 2.282 ton emas dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$299 miliar.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *