Home / Bisnis / SAPX Express Bertahan di Tengah Lesunya Konsumsi, Segmen B2B Jadi Penopang

SAPX Express Bertahan di Tengah Lesunya Konsumsi, Segmen B2B Jadi Penopang

LINTAS BISNIS – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX Express) berhasil mempertahankan stabilitas kinerja operasional sepanjang tahun 2025 di tengah kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan. Perseroan mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 29,72 persen meski pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk, Budiyanto Darmastono, mengatakan sepanjang tahun 2025 perekonomian Indonesia mengalami dinamika yang cukup signifikan. Tekanan terhadap daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi turut memengaruhi aktivitas konsumsi, terutama di sektor ritel.

“Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia mengalami dinamika yang cukup signifikan. Tekanan terhadap daya beli masyarakat meningkat akibat naiknya harga kebutuhan pokok dan energi, yang pada akhirnya melemahkan Indeks Keyakinan Konsumen dan memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas konsumsi di sektor ritel,” ujar Budiyanto dalam Public Expose Perseroan di Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).

Meski demikian, menurutnya, SAPX Express mampu menjaga stabilitas operasional dengan baik. Kinerja positif terutama ditopang oleh segmen business-to-business (B2B) yang menunjukkan ketahanan kuat, didorong oleh permintaan dari sektor perbankan, FMCG, serta pelaku usaha yang memanfaatkan layanan distribusi dan logistik terintegrasi milik Perseroan.

Sementara itu, transaksi dari marketplace dan e-commerce masih menjadi kontributor utama permintaan layanan pengantaran meskipun mengalami perlambatan. Untuk menghadapi kondisi pasar yang dinamis, Perseroan melakukan penyesuaian strategi operasional dan menjalankan berbagai program efisiensi biaya guna menjaga kualitas layanan serta daya saing perusahaan.

Dari sisi keuangan, SAPX membukukan pendapatan sebesar Rp523,13 miliar hingga 31 Desember 2025, dibandingkan Rp682,51 miliar pada tahun 2024. Di tengah penurunan pendapatan tersebut, Perseroan berhasil meningkatkan total aset menjadi Rp410,53 miliar atau tumbuh 6,39 persen dibandingkan Rp385,88 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan yang tercermin dari kenaikan laba usaha sebesar 29,72 persen menjadi Rp10,11 miliar pada tahun 2025, dari Rp7,80 miliar pada tahun 2024. Namun, laba rugi komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp9,56 miliar, turun 58,98 persen dibandingkan Rp23,30 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk, Zainal, mengatakan capaian operasional Perseroan selama tahun 2025 turut mendapatkan pengakuan dari berbagai mitra strategis dan pelaku industri.

“Kinerja positif Perseroan sepanjang tahun 2025 turut memperoleh pengakuan dari berbagai mitra strategis dan pelaku industri. Perseroan berhasil meraih penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL serta penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Everpro,” ujar Zainal.

Selain itu, SAPX juga memperoleh penghargaan Operational Excellence dalam ajang Asia Consumer Sourcing Expo (CSE Asia) Indonesia.

Menurut Zainal, berbagai penghargaan tersebut menjadi bukti eksistensi dan daya saing SAPX Express di tengah ketatnya persaingan industri kurir serta tantangan ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun 2025.

“Penghargaan tersebut menjadi bukti eksistensi Perseroan di tengah ketatnya persaingan di industri kurir dan perekonomian Indonesia yang mengalami dinamika signifikan,” pungkasnya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *